Tampilkan postingan dengan label Senandung Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senandung Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

My Sweet Girl

Terkejut ku dalam lamunan. Hai kak, sapaan manis dan merdu terdengar di belakangku. Oh, ternyata dia. Wanita yang dulu pernah ku gapai dalam angan-angan. Tampak dia begitu makin ayu nan rupawan, rambutnya di jaga agar tidak terurai. Tatanan busananya rapih, layaknya wanita yang selalu menjaga penampilan disetiap situasi. Dan yang tak pernah lepas darinya, sepasang kacamata. Semakin menunjukan

Senin, 23 Juli 2012

POHON CINTA BERBUAH SURGA


Saudara, pengunjung blog “Maz Echo Site” yang se iman dan ae irama tuk kukuh berada di jalan Allah SWT. Terkadang kita sering tidak mengetahui ha-hal yang sepele, yang mengandung keberkahan ilahi. Nah, disini ane akan mengulas lebih jauh tentang berkah yang berujung kepada syurga Allah SWT,… insya allah…
1.      Masuk Surga dan Masuk Neraka karena Seekor Lalat
Imam Thariq bin Syihab pernah berkata dalam majelis pengajiannya,"Ada orang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada pula yang masuk neraka karena seekor lalat."
2.      Pahala takut kepada Allah
Hikmah yang dapat diambil dari kisah tadi adalah, sekecil apapun keimanan dalam dada seseorang (yaitu keyakinan akan adanya Allah, hisab dan keadilan Allah) dapat mendatangkan ampunan dan rahmat Allah Swt. Bagaiman jika rasa takut kepada Allah itu dihadirkan setiap saat dengan disertai amal shalih? Tentu, pahala yang disediakan Allah, akan lebih besar dan agung.
3.      Kalimat pengusir Maksiat
"Allahu ma'i.. Allahu naadhiri... Allahu syaahidi!" (artinya, Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikan aku!)
4.      Gadis Cerdas, Gadis Impian
..... Mendengar itu, sang Pemuda bertanya"Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah, katakanlah padaku siapa yang mengatakannya?".Yang mengatakan hal itu adalah putriku," Jawab lelaki itu. Spontan pemuda itu berkata,"Apakah kamu mau menikahkan aku dengan putrimu?". "Ya"
5.      Karena dendam pada Serigala
.... Baginda nabi sangat halus hatinya, sangat pengasih, dan penyayang. bahkan terhadap binatang pun, beliau sangat sayang.
6.      Tiga lelaki berjiwa Malaikat
"sekarang kau tau, istriku... bahwa menginfakkan harta di jalan Allah adalah bisnis yang pasti keuntungannya dan tidak akan rugi selamanya"
7.      Jujur itu Surga
Dia semakin sadar bahwa dengan meninggalkan rezeki yang haram, Allah menggantinya dengan rezeki yang halal, dan jauh lebih banyak. Amin semakin yakn akan ajaran Rasulullah bahwa kejujuran adalah pintu menuju surga; surga di dunia dan di akhirat.
8.      Ketika Cinta berbuah Surga
“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran. “Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keihklasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasanl; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga”
9.      Kayu Ajaib
Dia membaca surat itu dengan seksama. Dia terharu dan takjub. Seketika, dia menangis dan bersujud kepada Allah. Dia merasa, betapa maha kuasanya Allah. Allah tidak pernah mengecewakan hambaNYA yang bertawakal dan percaya sepenuh hati kepadaNYA.
10.  Tongkat sang Pengkhianat
Orang-orang yang menghadiri persidangan itu terkagum-kagum oleh kecerdesan dan keadilan hakim yang telah mampu membuka rahasia yang tersimpan dalam tongkat orang tua yang berkhianat itu.
11.  Malaikat dan Tiga Lelaki Cacat
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kamu akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU), maka sesungguhnya azabku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]:7)
12.  Sang Dermawan
Dengan hati bergetar Mahmud berkata,”Sungguh menakjubkan apa yang aku alami hari ini. Aku kehilangan selera makan sejak pagi. Aku juga tidak bisa tidur. Aku disergap rasa cemas yang tidak kuketahui sebabnya. Tiba-tiba di tengah teriknya panas matahari, aku ingin pergi dengan menunggang kuda. Ternyata, ini semua telah diatur Allah SWT, hingga aku bisa bertemu dan mendengarkan deritamu.”
13.  Ulama Penakluk Singa
“Aku tidak apa-apa, aku hanya membaca firman Allah.’Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami.” (QS Ath Thuur [53]:48)
14.  Lelaki Sejati
“Sekarang tiba giliran kami, wahai Amirul Mukminin, kami bersaksi dihadapanmu bahwa pemuda ini telah kami maafkan, dan kami tidak meminta apa pun darinya! Tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf dikala mampu. Ini kami lakukan agar orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi orang berjiwa besar, yang mau memaafkan saudaranya di kalangan umat Muhammad SAW.
15.  Dimana Allah?
“Lalu dimana Allah? Pemilik kambing ini memang tidak akan tahu dan bisa dibohongi, tetapi ada Dzat yang Mahatahu, yang pasti melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan. Apa kau kira Allah tidak ada?” jawab Penggembala itu mantap.
16.  Pemuda Penakluk Syahwat
Seketika itu, Umar berkata,”Segala puji bagi Allah yang menjadikan orang yang mirip dengan Nabi Yusuf ditengah-tengah kita.”
17.  Raja, Pengemis dan Hakim
Kabar itu sampai ke telinga sang raja di ibu kota Kurdi. Sang raja merasa gembira karena memiliki hakim yang adil dan bijaksana, serta dipercaya oleh manusia.
18.  Malu kepada Allah
Abu Muslim menjawab,”Na’udzubillah, aku berlindung kepada Allah, kalau sampi aku melakukan hal itu. Aku sangat malu kepada Allah. Kalau sampai minta bantuan kepada makhluk ciptaan allah, padahal Allah Maha Pemurah. Aku tidak mungkin meminta bantuan kepada selain Allah."
19.  Si Kaslan dan Kakek Tua
Kaslan adalah seorang lelaki pemalas. Dia tidak suka bekerja. Kerjanya hanya melamun dan tidur. Dia hidup bersama istri dan anak-anaknya yang masih kecil dalam kemiskinan dan kemelaratan.
20.  Manusia paling Pemurah
Orang-orang mengatakan,”Tiga orang itu semuanya sangat pemurah, tetapi Arabah adalah yang paling pemurah dan dermawan. Dia memberikan semua harta yang dimilikinya. Padahal dia sangat memerlukannya, yaitu budak yang menuntun jalannya.
21.  Membela Tamu
“Wahai Amirul Mukminin, aku kirim kepadamu Yazid, dan keponakanmu. Sebenarnya, aku ingin jadi orang ketiga yang ikut dalam rantai itu. Jika Amirul Mukminin tetap hendak membunuh Yazid, maka demi Allah, aku minta engkau memulainya dengan membunuh Ayyub terlebih dahulu. Bunuhlah keponakanmy itu sebelum Yzid. Setelah itu, bunuhlah Yazid. Jika kau mau, yang ketiga, bunuhlah aku. Wassalam.”
22.  Suara dari Langit
“Setelah aku menjual hasil kebunku dan mendapatkan uang. Uang itu sepertiganya aku sedekahkan kepada fakir miskin. Aku dan keluargaku makan sepertiga, yang sepertiga untuk biaya perawatan kebun.”
23.  Khalid dan Komandan Romawi yang Syahid
Pagi harinya, pertempuran kembali berkecamuk sengit. Pasukan Romawi mendesak kaum Muslimin. Khalid menunggang kudanya dan memacunya ke tengah medan pertempuran seperti anak panah. Kali ini dia tidak sendirian. Dia diikuti Jurjah dibelakangnya.
24.  Rahasia Tiga Pertanyaan
Al-Isra’[17] ayat 85 “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku dan aku tidak diberi ilmu kecuali sedikit.”
25.  Karena Mimpi Melihat Neraka
“Nabi mengatakan bahwa kau adalah sebaik-baik lelak jika kau mau shalat malam. Dalam mimpimu itu, malaikat yang terakhir kau temui mengatakan bahwa kau belum terjaga dari api neraka. Itu karena kau tidak melakukan shalat tahajud. Jika kau ingin terselamatkan dari api neraka, dirikanlah salat tahajud setiap malam. Jangan kau sia-siakan waktu sepeeertiga malam; waktu di mana Allah Swt memanggil-manggil hamba-NYA; waktu ketika Allah mendengar doa hamba-NYA.
26.  Keutamaan Sedekah
Dia sadar bahwa yang paling penting dalam ibadah adalah niat karena Allah. Bukan sekedar mengikuti perkataan orang banyak. Hanya Allah-lah yang berhak menilai, diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang.
27.  Nuaim dan Anak Unta
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya.”
28.  Khalifah dan Gubernur Miskin
khalifah Umar memberi titah pada mereka,”Tulislah nama-nama orang miskin di daerah kalian untuk aku beri bantuan dari harta baitul mal!” Mereka pun segera menulis nama-nama orang fakir dan miskin. Dalam dafta itu tertera juga nama Said bin Amr; Gubernur Homs.
29.  Orang Terakhir Masuk Surga
“Ya Allah, masukkanlah kami, umat Nabimu Muhammad saw, kedalam surgamu, dan selamatkan kamu dari api neraka” (QS Ath Thuur [52]:48)
Semuga uraian diatas dapat bermanfaat buat para pembaca setia “Maz Echo Site”, ambil yang baik, sisakan yang buruk sebagai bahan berbenah diri dalam menyampaikan amalan ilahi…”


Rabu, 18 Juli 2012

Singkirkan Prasangka


Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan,  seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak dihadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepas prasangka, anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar.
Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada dibalik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Selasa, 17 Juli 2012

Sahabat.......


Periksa kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakannya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan. Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tinggi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikiankah hidup yang ingin anda jalani? Bukan. Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari hidup anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. Berbagi kesedihan pada sahabat, mengurangi kesedihan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat itu adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan beban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan. Disana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, matipun sendiri.
Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu mencari teman.
Namun yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali Bin Abu Thalib)

Senin, 16 Juli 2012

Memberi Tanpa Pertimbangan


Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk member. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga dimata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkanlah beberapa receh yang mungkin tercecer disana-sini, hanya untuk satu tujuan; diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memelekkan telinga. Atau, anda sedang berada didalam mobil ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak piker, segera berikan satu dua keeping kepada mereka.
Barang kali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” member; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Member tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Minggu, 15 Juli 2012

Ketekunan adalah kekuatan


Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti dilangkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada disini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Sabtu, 14 Juli 2012

Kesempatan Terbaik


Kesempatan adalah waktu; karena ia hanya datang sekali. Kesempatan adalah peluang; karena anda dapat mengambil atau mengabaikannya. Kesempatan adalah keluasan; karena ia membuka jalan-jalan baru dimasa depan. Dihadapan anda berjajar pintu-pintu kesempatan tak terhingga yang terbuka lebar. Anda hanya bisa memilih satu dan tak ada jalan kembali. Kerenanya, putuskanlah yang terbaik bagi anda. Nasib tidak memihak pada siapa-siapa; melainkan pada keputusan anda.
Kata pepatah; matahari pagi tak akan terbit dua kali untuk membangunkan orang yang tertidur nyenyak. Kesempatan pun takkan mengetuk dua kali agar anda mau membukakan pintu keputusan anda. Bila, toh ia datang lagi, ia menampakkan wajah yang berbeda. Dan, kesempatan terbaik yang anda miliki adalah hidup yang sekali ini. Pergunakanlah bukan hanya sebaik-baiknya; namun yang terbaik-baiknya.


Jumat, 13 Juli 2012

Kasih Sayang

Apalah artinya perbedaan dibandingkan dengan banyaknya persamaan diantara kita. Bukankah kita sama-sama membutuhkan sesuap nasi tanak dan seteguk air segar demi memenuhi lapar dan dahaga? Kita juga sama-sama menangis dikala sedih dan tertawa disaat gembira. Kita sama-sama gemetar sewaktu ketakutan melanda serta tergelak ketika kegembiraan menerpa. Kita sama-sama berkeringat dibawah terik matahari, dan menggigil  ditelan dinginnya malam. Tidakkah kita melihat begitu banyak persamaan diantara kita sampai-sampai muskil menghitungnya?
Lalu mengapa secuil perbedaan yang dipicu oleh keinginan, hasrat dan nafsu menyangsikan semua kesamaan kita? Mengapa kita, seolah memiliki lebih banyak waktu untuk mengais-ngais perbedaan, menggoreskan garis pemisah, memasang bendera kami dan kau? Tidak cukupkah satu persamaan diantara kita berikut ini memupuskan kegigihan untuk mempertahankan warna-warni itu: bukankah kita sama-sama membutuhkan kasih sayang?
Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu.
Kritiklah aku, dan aku mungkin tak menyukaimu.
Acuhkan aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu.
Semangatilah aku, dan mungkin aku takkan
MELUPAKANMU.


Kamis, 12 Juli 2012

Jalinan Ukhwah Islamiyah

Berjabat tangan sudah menjadi ritual dunia usaha. Mungkin anda menganggap tidak terlalu perlu dipikirkan panjang-panjang, tetapi tidak bagi orang yang sedang berjabat tangan dengan anda. Sikapnya dalam berjabatan menampilkan sebagian besar kesannya terhadap anda. Ingatkah anda bila berjabatan tangan dengan orang yang memberikan jabatan yang amat lemah lunglai atau sebaliknya terlalu keras bersemangat.

Jangan sampai anda dikatagorikan sebagai orang yang tidak mengesankan baik saat berjabatan tangan. Berikut ini ada beberapa tekhnik berjabatan tangan :
1.      Tataplah lawan bicara anda saat berjabatan tangan dengannya. Tidak ada yang lebih mengacuhkan selain berjabatan tangan tanpa tatapan mata. Ini menunjukkan rasa tidak hormat atau tidak tertarik. Dengan menatap lawan bicara saat berjabatan, anda menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri.
2.      Berjabat-tanganlah dari telapak=ketelapak. Jangan berjabatan tangan  dengan mempertemukan dari jari ke jari, atau telapak dengan jari. Dengan berjabatan-tangan dari telapak ke telapak akan memberikan perasaan bersahabat dan tidak meninggalkan perasaan tidak nyaman atau terluka.
3.      Jangan terlalu akrab. Beberapa orang bertindak berlebihan dengan menarik tangan lawan dan secara keras mengayunkan keatas ke bawah. Jabat tangan semacam ini sama dengan mulut besar. Bersikaplah percaya diri, jangan membuat orang lain  kesal.
4.      Sadarlah akan keterbatasan fisik seseorang. Orang jompo, cacat, atau penderita arthithis mungkin memiliki tulang yang lemah dan keterbatasan gerak. Melukai seseorang saat berjabatan tangan mungkin justru menutup pintu bukannya membuka pintu hubungan baik.
5.      Ingatlah untuk menciptakan jabat tangan yang bermakna. Jika anda berjabatan tangan lalu dengan segera menarik tangan anda dan melanjutkan pembicaraan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, maka orang akan menganggapnya sebagai jabatan tangan yang tidak berarti dan tidak tulus. Berikan pada lawan anda beberapa saat untuk menunjukkan perhatian anda melalui kontak mata atau pembicaraan sebelum anda menarik tangan anda. Mereka akan merasa bahwa mereka sedang bertemu dengan orang yang layak.

Rabu, 11 Juli 2012

Hidup adalah pilihan


Ada dua buah bibit yang terhampar di sebuah lading yang subur. Bibit yang pertama berkata, ‘Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku’.
Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanam akarku kedalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui dibawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuterobos tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak”.
Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman”.
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pecan kemudian, seekor ayam mengais-ngais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
RENUNGAN
Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbang-bimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alas an-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan. Maka, pilihlah dengan bijak.
Jangan segan untuk mengulurkan tangan anda.
Tetapi, jangan anda enggan untuk menjabat tangan orang lain
Yang datang pada anda.

Selasa, 10 Juli 2012

Kerja dalam kehidupan


Bagaimana seseorang tahan berjam-jam bekerja seolah tak mengenal lelah? Apapula rahasia pekerja rig lepas pantai yang meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai? Bagaimana juga dengan para petani, nelayan, kuli, sopir angkutan, pekerja berat yang tahan membanting tulan ditengah terik panas atau dingin malam? Kekuatan apa yang mendorong mereka beitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental? Sedangkan disudut sempit yang lain, banyak orang mengeluh karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku.
Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka; lepada keluarga nun jauh disana; kepada masyarakat banyak yang mambutuhkan mereka; kepada masa depan kehidupan yang sejahtera; atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.
Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja anda beberapa jam saja, maka kenanglah punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini. Beliau memiliki sesuatu yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan kerja. Kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.

Sabtu, 07 Juli 2012

Senandung Kehidupan : Parcel dan Sejuta Kemasan



Saya ingat sebuah artikel yang pernah say a baca dari salah satu website yang menceritakan tentang bola golf. Bola golf yang berlubang-lubang kecil yang tampak seperti kulit bopeng itu ternyata memang didesign demikian oleh penciptanya yang insinyur aeronautica, karena bola golf yang mulus hanya dapat melayang sejauh 119 m dari tempat dia dipukul dengan stick golf sementara bola yang tampak cacat itu bisa dua kali lebih jauh melayang karena bopeng-bopeng pada permukaannya memungkinkan bola menahan udara yang menghambat daya layangnya. Alhasil, bola golf dengan design seperti itu ternyata mampu membuat para pemain golf lebih berbahagia. 

Cacat seseorangpun sebenarnya tidak pernah lepas dari rancangan Sang Pencipta untuk suatu lakon yang sering tidak bisa dimengerti manusia tetapi harus diyakini kebenarannya.

Kalau diibaratkan ‘lelakon manusia’ adalah parcel-parcel yang dibagi rata, maka penderitaan maupun kesenangan yang harus dijalani manusia sebenarnya merupakan percel yang isinya sama : “keadilan”. Sayangnya, banyak orang yang tidak mau menerima parcel bagiannya hanya karena kemasannya tidak seperti yang mereka harapkan…… Audzubillah mindzaliq.

“Pada saat cobaan menimpa manusia,
sepertinya Tuhan menutup semua pintu.
Manusia yang sedang di beri cobaan oleh-Nya hanya bisa mengeluh “Why me God?”
tanpa bisa menolak, meskipun sebenarnya dia tidak puas dengan “amanah”
Tuhan yang dipercayakan padanya.”

Jumat, 06 Juli 2012

senandung Kehidupan : Tut Wuri Handayani (keadilan)


Pada dasarnya ada tiga hal yang pokok yang bisa mewujudkan tegaknya keadilan dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun bermasyarakat :
  • Tegaknya atasan terhadap bawahan, seperti raja terhadap rakyatnya, lurah terhadap bawahannya, yaitu mengayomi dengan dasar undang-undang atau peraturan yang adil. 
  • Tegaknya bawahan terhadap atasan, seperti rakyat terhadap rajanya, bawahan terhadap lurahnya, harus seimbang, patuh menurut, tulus, setia terhadap semua perintah yang benar dan yang baik, yang telah ditetapkan dalam peraturan dan undang-undang supaya atasan dan bawahan dapat bersatu padu, saling mengasihi, atau satu tujuan, menjaga keselamatan pekerjaan dan kesejahteraan Negara seisinya. 
  • Tegak dalam berperikemanusiaan, yaitu tolong-menolong atau saling memperlakukan dengan baik dalam menghadapi kerepotan kebutuhan hidup dengan saling menghargai, serta denga tindakan-tindakan lain yang dapat menarik kasih sayang, persaudaraan, keutamaan dan kesejahteraan.
Kesimpulan dari wacana diatas adalah bahwa kerusuhan dan bencana yang terjadi dalam suatu Negara, baik yang ditimbulkan oleh manusia maupun alam, adalah akibat dari tidak tegaknya tiga tiang utama penyangga keadilan tersebut.  Goyahnya salah satu dari tiga tiang penyangga diatas, akan mengakibatkan semua tiang goyah, dan bangunan ……  R u n t u h!”
Saya makin prihatin jadi orang Indonesia……!!!!!!!

Kamis, 05 Juli 2012

Senandung Kehidupan : Ketika Perahu Mulai Bocor



Pada suatu hari seorang jutawan paruh baya yang punya hoby memancing sambil berperahu, melakukan hobinya disebuah waduk. Seorang remaja lelaki yang mendayung perahu sewaannya menemaninya sambil sesekali berbincang-bincang.

“kau bisa membaca dan menulis nak?” Tanya si jutawan. Remaja lelaki itu menggeleng ssambil berceritera bahwa bersekolahpun ia tidak. Sang jutawan menghela nafas dan berkata lagi “sayang sekali, dengan begitu berarti engkau telah kehilangan separuh hidupmu…”

“Apakah bapak bisa berenang?” ; Tanya siremaja serius.
“Tidak nak, Bapak tidak bisa berenang…” jawab sang jutawan sambil tersenyum.

“Wah…  kalau begitu bapak akan kehilangan seluruh hidup bapak…”  karena perahu ini bocor dan sebentar lagi akan tenggelam!.”

Ceritera di atas sebenarnya member sisi filosofi yang amat dalam bila direnungkan. Seorang remaja lelaki sebagai gambaran orang yang begitu lugu, bodoh, tetapi jujur, ternyata telah menjalani hiduonya dan menyatu dengan apa yang telah dihadapinya setiap hari. Air, perahu, pancing, dayung semua digelutinya dengan laku. Dan keahlian yang dia capai adalah hasil dari penghayatannya. Sementara san jutawan yang hoby memancing sambil berperahu didanau, ternyata tidak memiliki penghayatan yang dalam atas perilaku air, apalagi perhitungan yang matang adanya kemungkinan perahu bocor yang akan menenggelamkan penumpangnya. Dirinya tidak siap menghadapi kemungkinan terjelek yang dihadapi karena merasa bahwa semua yang dihadapinya selama ini merupakan ‘enjoyment’ – sebuah kesenangan yang memberinya kepuasan batin.

“Ilmu agar dapat menjadi kenyataan harus di hayati. Ilmu tanpa penghayatan tidak akan bisa menjadi saksi kenyataan (akan terhenti dalam pikira)”

Demikianlah, ternyata pada prakteknya, ‘laku’ atau tindakan yang didasarkan penghayatan pada ajaran ketuhanan, tidaklah semudah yang kita sangka. 

Banyak hambatan yang kelihatannya sepele tetapi bisa membuat kita terjerembab. Mungkin sekedar rok yang’mlenyok’ kena seterika, atau sekedar masalah kecil seperti ketika si isteri lupa membelikan rokok, eh …. Duniapunmenjadi gelap karena kekecewaan (akibat tidak terpenuhinya keinginan) meledak menjadi kemarahan, membuat si bapak lupa diri, lupa bahwa hidup ini tidak abadi tidak langgeng…… Lupa bahwa kita akan berpisah tidak hanya dengan rok atau rokok kesayangan, tetapi bahkan juga dengan kebun tembakau yang berhektar-hektar, saat Allah SWT memanggil kita – yang mungkin waktu ini masih ada di perahu sambil memancing, tanpa sadar bahwa perahu yang kita tumpangi…. B o c o r!”

Senandung Kehidupan : Semu Bupati, Esem Mantri



Anak-anak muda jaman sekarang mungkin tidak banyak yang mengerti arti judul di atas. Pepatah jawa yang pernah dikemukakan oleh Prof. Mr. Djojodigeono itu komplitnya berbunyi ; “Semu Bupati, Esem mantri, Dupak Bujang”  yang mengandung arti bahwa seorang bupati akan mengerti kemasgulan hati atasannya hanya dari melihat rona wajah sang atasan.

Sementara seorang Mantri yang pangkatnya lebih rendah dari Bupati harus melihat senyum atasannya untuk memastikan apakah atasannya marah atau tidak. Senyum memang lebih kongkrit daripada semu. Seorang Bujang (pembantu laki-laki)yang derajatnya tentu saja paling rendah diantara para pejabat-pejabat itu semua, perlu tindakan lebih kongkrit lagi (kalau tidak bisa dikatakan kasar), agar dia bisa mengetahui kemarahan sang majikan, dia perlu ‘didupak’ (disepak).

Pepatah itu sebenarnya mempunyai arti lebih dalam lagi kalau kita lihat dari sisi kejiwaan. Karena sebenarnya bukan derajat bupati, mantri atau bujang yang dipermasalahkan, melainkan ‘kepekaan’ perasaan seseorang untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh orang lain. Semakin halus perasaan seseorang, semakin mudah dia menyesuaikan diri dengan lingkungan dan semakin mudah dia menyikapi hidupnya. Bagi orang demikian, kejadian di dunia yang menimpa orang lain sudah cukup menjadi hatinya terusik untuk membaca keadaan. Dunia baginya adalah buku ceritera yang terbuka lebar dengan huruf yang mudah dibaca dengan alur ceritera yang mudah di pahami.

Nah, bagi para umat yang mengaku ber-Tuhan kepada Tuhannya semestinya jauh lebih peka dari sekedar melihat  ‘semu’ karena sebenarnya kita dengan mudah dapat membaca semua ajaranNya dalam buku-buku keagamaan yang dapat kita peroleh tanpa susah-susah.

Rabu, 04 Juli 2012

Senandung Kehidupan : Kapak Tajam Kehidupan



 Everyone has a will to min
but very few have the will to prepare the win
Setiap orang punya keinginan untuk menang,
tetapi hanya sedikit  yang mau mempersiapkan diri untuk menang.
(Vince Lombardi)

Ketika kita masih berada di kelas satu SD, kita melihat kakak kelas kita yang sudah kelas tiga atau empat dengan penuh kekaguman. Buku yang mereka bawa lebih tebal, dan mereka bisa lancar membaca komik yang sarat dengan tulisan dan gambar yang menarik, sementara buku cerita yang bisa kit abaca masih didominasi dengan nuansa gambar. Mereka menghitung lebih cepat, menulis lebih bagus dan bisa menyanyikan lagu lebih banyak dari pada kita anak-anak kelas satu. Ketika kita kelas empat, kita mengagumi anak-anak kelas enam yang rajin belajar mempersiapkan ujian ke SMP. Demikian seterusnya, dan orang-orang yang kita kagumi akan terus ada dalam setiap langkah kehidupan kita hingga tiba-tiba saja kita tersentak ketika menerima SK Pensiun.

Kebanyakan dari kita memang seperti itu, sibuk dengan kekaguman pada pencapaian orang lain, tanpa menyadari bahwa kitapun sebenarnya perlu melangkah. Memang ada yang melangkah maju karena termotivasi orang-orang yang diidolakan, dan merekapun akan menjadi orang yang sukses, tetapi banyak yang melangkah setapak dan undur setapak alias jalan ditempat sambil terus terkagum-kagum pada pencapaian orang lain tanpa berusaha menirukan apa yang mereka lakukan. “Merekalah si pemilik kegagalan”.

Ibarat sebuah kapak yang tumpul, usang dan tidak dapat di andalkan untuk menebang sebatang pohon besar. Kita perlu mengasahnya agar kapak tersebut dapat di pergunakan. Barulah kapak tadi bisa kita ayunkan kepohon yang akan kita tebang. Dan jika kapak tak mampu lagi memotong , maka harus kita asah kembali agar tetap tajam.  Mengasash kapak memang perlu waktu, tetapi kapak yang tajam menyebabkan kita lebih mudan menebang pohon.

Kita memang perlu istirahat sebentar dan sabar mengasah kapak,
mempersiapkan peralatan kita sebaik mungkin
agar pekerjaan kita bisa lebih mudah dan cepat kita selesaikan.

Lebih dari pekerjaan duniawi, sesungguhnya menebang segala macam hal negative dalam rangka menyucikan diripun, akan lebih mudah kita laksanakan bila kapak kita tajam, niat kita bulat dan tangan kita cukup kuat untuk mengayunkannya…….

Sesungguhnya, semua peristiwa yang kita alami dalam hidup ini
dan segala pekerjaan yang kita laksanakan hendaknya kita nantikan dengan
kesabaran hati.

Nah selamat manebang……..

Selasa, 03 Juli 2012

Senandung Kehidupan : Bola Golf Dan Kehidupan


Ketika kita merasa bahwa waktu begitu singkatnya dan dua puluh empat jam sehari tidak cukup menyelesaikan masalah kita, maka ada baiknya kita ingat ceritera tentang bola golf dan kehidupan.

Seorang professor pada suatu hari masuk kelas dengan membawa sebuah stoples amat besar. Tanpa berkata apapun kepada para mahasiswanya, dia mengisi stoples tersebut dengan bola golf sampai penuh. Kemudian beliau menanyakan kepada siswa-siswanya, apakah mereka setuju bahwa stoples itu penuh. Mereka setuju. Profesor  itu kemudian menuangkan kerikil kedalan stoples dan segera kerikil itu mengisi rongga-rongga yang ada diantara bola-bola golf. Kemudian dia menanyai siswanya kembali apakah stoples itu kini penuh. Untuk kedua kalinya siswa-siswanya menyutujui. Professor itu melanjutkan, dia menuangkan pasir lembut ke stoples yang ternyata masih bissa menampung juga, karena pasir lembut mengisi bagianyang masih tersisa antara kerikil satu dengan yang lain. Untuk ketiga kalinya dia menanyai para muridnya, apakah stoples kini benar-benar penuh? Siswa-siswanya kini tertawa menyetujui. Professor itu kemudian mengambil dua kaleng BIr dan menuangkan ke stoples dan ternyata bir tetap bisa tertampung karena cairan meresap mengisi rongga-rongga kecil pada pasir yang lembut.

                         “Nah,” kata professor ahli filsafat itu,
“Sekarang saya minta kalian semua ingat bahwa stoples tadi merupakan gambaran kehidupan kita semua. 

Bola golf adalah hal-hal yang terpenting dalam kehidupan kita seperti : keluarga kita, anak, isteri/suami, teman-teman, kesehatan dan citacita luhur kita, yang akan tetap ada dalam kehidupan kita bagaimanapun kondisi kita, dan ketika kita tidak punya apa-apa tetapi tetap memiliki yang itu, kita masih tetap merasa kaya. 

Kerikil adalah gambaran hal-hal kedua yang perlu kita pikirkan juga yaitu sebuah pekerjaan, sebuah rumah masa depan dan sebuah kendaraan.

Pasir adalah ibarat hal-hal kecil yang remeh. Kalau kita mengisi stoples besar dengan pasir lebih dahulu, maka tidak mungkin kerikil dan bola golf  bisa ikut masuk.  Kalau kita habiskan kehidupan kita dengan hanya berkutat pada hal-hal yang remeh, maka hal-hal yang baku tidak akan mungkin bisa kita selesaikan. Oleh sebab itulah dalam kehidupan kita, kita harus selalu member prioritas pada hal-hal hakiki terlebih dahulu.” Profesor itu lalu member contoh hal-hal kecil, remeh yang bisa-bisa setiap harinya justru akan memenuhi dan mengotori kehidupan kita sehingga mengganggu hal-hal lain yang seharusnya lebih kita perhatikan.

Seorang mahasiswa yang kritis, mengacungkan jarinya :
                         “Prof, lalu bir itu menggambarkan apa?”
                         “Oh iya kelupaan” kata professor itu sambil tersenyum.

Bir adalah gambaran kesenangan. Dalam hidup kita, kesenangan bisa hadir kapan saja tidak peduli apapun yang mengisi kehidupan kita…….. tapi kita harus hati-hati karena kesenangan yang berlebihan akan memabukkan!” Katanya dengan raut senyum lebar.

Para pembaca “ingat”
Kita memang seringkali tidak sengaja mengisi stoples kehidupan dengan hal-hal kecil remeh yang dapat menyesakkan dada sementara yang seharusnya kita dahulukan dan menjadi prioritas utama malah terlupakan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...