Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Arti Cinta

Bila seseorang sedang jatuh cinta terkadang akan membutakan dirinya untuk memiliki pasangan idamannya. Tetapi terkadang hal itu tidak berlaku karena ada hal yang harus dipertimbangkan untuk memiliki pasangan idaman anda. Ada beberapa arti tentang cinta yang menyatakan bahwa apakah itu cinta yang sesungguhnya atau cinta itu secara nafsu belaka.
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Seseorang yang jatuh cinta terkadang menggunakan perasaan atau hati belaka tetapi jika tidak ingin menimbulkan kekacauan di kemudian hari sebaiknya anda juga harus menggunakan akal sehat. Bohong besar jika anda bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan dan ideal kelompok dimana anda berasal. Bohong besar pula jika merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban saat perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu saat nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda anda sedang jatuh cinta tetapi itu merupakan sinyal kebodohan.

Senin, 02 Desember 2013

Jendral Hoegeng Imam Santoso

KH. Abdul Rahman Wahid / Gus Dur pernah berkata, 
"Di Indonesia, hanya ada tiga polisi yang jujur, yaitu polisi tidur, patung polisi dan polisi Hoegeng".

Polisi Hoegeng yg dikatakan Gusdur itu adalah:


Jendral Hoegeng Imam Santoso 

mantan KAPOLRI masa jabat 1968 s/d 1971
Sejak masa jabatannya berakhir, ditubuh KEPOLISIAN RI tak pernah ada lg yg bisa menandingi Kejujuran beliau, Kesederhanaan Beliau seorang Jendral yg mau turun kejalan ikut mengatur LALIN, megayomi dan menjaga Rakyatnya walau hanya dengan bersepeda ontel menyambangi Rakyatnya utk berdialog.

Terimakasih Bpk Jendral Hoegeng Imam Santoso atas segala pengabdianmu untuk Nusa dan Bangsa. Nasehat & Jasa" Bpk akan kami junjung tinggi untuk NKRI.

Kami berharap cepat ada sosok baru seperti Bapak yg bisa melanjutkan Perjuangan Bpk untuk menegakkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Minggu, 01 Desember 2013

Sejarah yang terlupakan

Hari Pahlawan 10 Nopember
Tau kah anda siapa yg mengobarkan semangat perjuangan sampai terjadinya Perang 10 nov 1945 di Surabaya ?

hayo yg tau sejarah jawab yah.....!

Hadrotus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari
Beliaulah yg membuat FATWA JIHAD utk NKRI yg dilanjutkan oleh para kiyai sejawa madura bersama Rakyat & para santri"nya berjuang bersama Jend Besar Sudirman, Bung Karno & Bung Tomo sehingga terjadi perang hebat 10 N0pember 1945 di Surabaya. 2 jendral terbaik Ingris tewas.

Jumat, 27 Juli 2012

WONG FEI HUNG MUSLIM


Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.


Kamis, 26 Juli 2012

KISAH TIGA ORANG BANI ISRAIL, “MEMAKNAI ARTI SYUKUR”



Selamat malam pengunjung setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ke-empat Bulan Ramadhan 1433 H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir  kopi hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Kisah berikut adalah kisah shahih yang menceritakan mengenai 3 orang Bani Israil. Ada yang buta, berkepala botak dan berpenyakit lepra. Kisah ini menandakan ada orang yang bersyukur dan ada yang kufur terhadap nikmat Allah. Kita tentu saja mencontoh perliaku yang baik dan meninggalkan perilaku yang jelek dari kisah ini.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ ثَلاَثَةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ أَبْرَصَ وَأَقْرَعَ وَأَعْمَى،
فَأَرَادَ اللهُ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ، فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا،
“Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita penyakit lepra, orang berkepala botak dan orang buta. Kemudian AllahTa’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.
فَأَتَى اْلأَبْرَصَ، فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟،
قَالَ: لَوْنٌ حَسَنٌ، وَجِلْدٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّي الَّذِي قَدْ قَذِرَنِي النَّاسَ بِهِ،
قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبْ عَنْهُ قَذَرُهُ، فَأُعْطِيَ لَوْنًا حَسَنًا وَجِلْدًا حَسَنًا،
قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟
قَالَ: اْلإِبِلُ أَوِ الْبَقَرُ – شّكٌّ إِسْحَاقُ – فَأُعْطِيَ نَاقَةً عُشْرَاءَ،
فَقَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْهَا.
Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita penyakit lepra dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang indah.  Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Unta atau sapi.” Maka diberilah ia seekor unta yang sedang bunting, dan iapun didoakan: “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini.”
قَالَ: فَأَتَى اْلأَقْرَعَ، فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟
قَالَ: شَعْرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّي الَّذِي قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ بِهِ،
فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ عَنْهُ قَذَرُهُ، وَأُعْطِيَ شَعْرًا حَسَنًا،
فَقَالَ: أَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟،
قَالَ: الْبَقَرُ أَوِ اْلإِبِلُ، فَأُعْطِيَ بَقَرَةً حَامِلاً، قَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْهَا.
Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah. Malaikat tadi bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang kamu senangi?” Ia menjawab: “Sapi atau unta.” Maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting dan didoakan: “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”
فَأَتَى اْلأَعْمَى، فَقَالَ: أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟،
قَالَ: أَنْ يُرِدِ اللهُ إِلَيَّ بَصَرِي فَأَبْصَرَ بِهِ النَّاسَ،
فَمَسَحَهُ، فَرَدَّ اللهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ، قَالَ: فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟،
قَالَ: الْغَنَمَ، فَأُعْطِيَ شَاةً وَالِدًا.
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang.” Maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Kambing.” Maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.
فَأُنْتِجَ هَذَانِ وَوَلَّدَ هَذَا، فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنَ اْلإِبِلِ،
وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْبَقَر، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ.
Lalu berkembangbiaklah unta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya:
ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى اْلأَبْرَصَ فِي صُوْرَتِهِ وَهَيْئَتِهِ،
قَالَ: رَجُلٌ مِسْكِيْنٌ قَدِ انْقَطَعَتْ بِيَ الْحِبَالُ فِي سَفَرِي،
فَلاَ بَلاَغَ لِيَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللهِ ثُمَّ بِكَ،
أَسْأَلُكَ بِالَّذِي أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحُسْنَ وَالْجِلْدَ الْحُسْنَ وَالْمَالَ،
بَعِيْرًا أَتَبَلَّغُ بِهِ فِي سَفَرِي،
فَقَالَ: الْحُقُوْقُ كَثِيْرَةٌ،
فَقَالَ لَهُ: كَأَنِّي أَعْرَفْكَ! أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ يَقْذَرُكَ النَّاسُ، فَقِيْرًا فَأَعْطَاكَ اللهُ الْمَالَ؟،
فَقَالَ: إِنَّمَا وَرَثْتُ هَذَا الْمَالَ كَابِرًا عَنْ كَابِرٍ،
فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كاَذِبًا فَصَيَّرَكَ اللهُ إِلَى مَا كُنْتَ.
“Kemudian, datanglah Malaikat itu kepada orang  yang sebelumnya menderita penyakit lepra, dengan menyerupai dirinya (yakni di saat ia masih dalam keadaan berpenyakit lepra), dan berkata kepadanya: “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja untuk bekal meneruskan perjalananku.” Tetapi dijawab: “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak.” Malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang orang-orang pun jijik melihat anda, lagi pula anda miskin, kemudian Allah memberikan kepada anda harta kekayaan?” Dia malah menjawab: “Harta kekayaan ini aku warisi turun-temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.” Maka  malaikat tadi berkata kepadanya: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula.”
قَالَ: وَأَتَى اْلأَقْرَعَ فِي صُوْرَتِهِ،
فَقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِهَذَا، وَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ عَلَيْهِ هَذَا،
فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا فَصَيَّرَكَ اللهُ إِلَى مَا كُنْتَ.
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya (disaat masih botak), dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakit lepra, serta ditolaknya sebagaimana ia telah ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda seperti keadaan semula.”
قَالَ: وَأَتَى اْلأَعْمَى فِي صُوْرَتِهِ،
فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِيْنٌ وَابْنُ سَبِيْلٍ قَدِ انْقَطَعَتْ بِيَ الْحِبَالِ فِي سَفَرِي،
فَلاَ بَلاَغَ لِيَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللهِ ثُمَّ بِكَ،
أَسْأَلُكَ بِالَّذِي رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ شَاةً أَتَبَلَّغُ بِهَا فِي سَفَرِي،
فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أَعْمَى فَرَدَّ اللهُ إِلَيَّ بَصَرِي، فَخَذَ مَا شِئْتَ، وَدَعْ مَا شِئْتَ،
فَوَاللهِ لاَ أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ بِشَيْءٍ أَخَذْتَهُ للهُ،
فَقَالَ: أَمْسِكْ مَالَكَ، فَإِنَّمَا ابْتُلِيْتُمْ،
فَقَدْ رَضِيَ اللهُ عَنْكَ وَسَخَطُ عَلَى صَاحِبَيْكَ

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu (di saat ia masih buta), dan berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga aku tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.” Maka orang itu menjawab: “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulit anda dengan memintamu mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah.” Maka malaikat tadi berkata: “Peganglah kekayaan anda, karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 3464 dan Muslim, no. 2964).
Artikel www.attaubah.com, dipublish ulang oleh www.remajailslam.com


Rabu, 25 Juli 2012

WASPADA PENGHANCURAN KELUARGA MUSLIM BERKEDOK FEMINISME




Selamat malam pengunjung setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ketiga Bulan Ramadhan 1433 H. Ane mau berbagi cerita sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir  kopi hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Di tengah arus media yang begitu pesat di tengah masyarakat saat ini, seperti tayangan-tayangan film, sineron, reality show, infotainment dan yang lainnya tanpa disadari telah merasuki hati dan pemikiran kita. Hingga kita terlarut kedalamnya. Padahal acara-acara tersebut justru menggerus nilai-nilai islam yang masih hidup di rumah-rumah kita.
Saat ini keluarga-keluarga Muslim menjadi harapan tempat bersemainya kembali ideologi Islam. Keluarga dengan ayah sebagai pemimpin dan pengayom seluruh anggota dan ibu sebagai poros aktivitas dalam rumah tangga menjadi tumpuan lahirnya generasi-generasi yang kelak akan menata kembali peradaban dunia dengan Islam. 



Sejalan dengan waktu, serangan musuh-musuh Islam yang dipelopori oleh AS mengalir makin kuat. Mereka berobsesi untuk menjebol benteng terakhir pertahanan umat Islam, yakni keluarga-keluarga Muslim. Skenario telah disusun dan agen-agen pun mulai digerakkan. Di bawah bendera PBB, agen-agen ini menggelar aksi-aksi tingkat internasional untuk menjustifikasi langkah-langkah penghancuran keluarga Muslim. Salah satu gerakan yang ingin menghancurkan keluarga muslim yaitu kaum feminisme. Kalangan feminis terus berupaya mengacak-acak kehidupan sosial umat Islam. Mereka mencoba mencangkokkan pemikirannya ke dalam aturan yang sudah ada. Lembaga-lembaga feminis seperti Kalyanamitra, Rifka Annisa, Yasanti dan LSPPA (Lembaga Studi dan pengembangan Perempuan dan Anak) termasuk yang terbilang aktif mengusung isu jender. Salah satu yang pernah mereka gulirkan adalah amandemen UU Perkawinan No 1 Tahun 1974. Amandemen UU Perkawinan telah lama digagas Para aktivis yang mengklaim pembela hak perempuan, pasca Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLDKHI) yang dimotori feminis Musdah Melia. CLDKHI memang secara terang-terangan dan frontal menyerang Islam, karena itu langsung dianulir. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sempat mengeluarkan larangan untuk menyebarluaskan CLDKHI yang berbasis ideologi sekularisme kapitalis itu. draft amandemen UU Perkawinan versi feminis jelas sangat berbahaya. Pertama, UU Perkawinan yang dibangun atas landasan Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) itu berupaya mereduksi ajaran Islam tentang pernikahan. Seperti penentangan atas poligami, perombakan hukum tentang masa iddah dalam kasus perceraian dan relasi yang mengatur hubungan suami dan istri. Menggiring masyarakat menuju liberalisasi. Larangan menikah di bawah usia 18 tahun, sekalipun pelaku sudah matang secara fisik, mental dan ekonomi, sama saja dengan menggiring masyarakat menuju pintu seks bebas. Penyamarataan peran antara suami dan istri, berpeluang besar menimbulkan konflik kepentingan yang berujung pada perceraian. Juga, melemahkan peran pendidikan anak dan kelahiran generasi-generasi berkualitas dari sebuah keluarga. Semua ini hanya akan menghantarkan keluarga muslim dalam kehancuran.
Penghancuran keluarga adalah konspirasi keji yang didesain Barat untuk menjauhkan syariat Islam dari umatnya. Upaya ini harus ditangkal dengan mengeksiskan syariat Islam ke dalam seluruh sendi kehidupan sekaligus menguatkan institusi pernikahan. Larangan Poligami merupakan salah satu upaya yang di desain untuk menjauhkan masyarakat untuk menerapkan syariat islam. Karena poligami merupakan bagian dari syariat islam.


Selasa, 24 Juli 2012

TANGISAN SEORANG GANGSTER SAAT MENDENGAR LANTUNAN ALQURAN


Selamat malam pengunjung setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ke-enam Bulan Ramadhan 1433 H. Ane mau berbagi cerita sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir  kopi hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
EPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Saat pindah ke bagian barat Jerman, usai tembok Berlin runtuh, Sayed Mann, kala itu 12 tahun, adalah bocah yang tengah bingung mencari identitas diri. Keluarganya berasal dari Jerman Timur.
 Tumbuh besar di lingkungan sosialis, agama tidak pernah ada dalam kamus keluarga dan hidupnya. Ia cenderung tersenyum sinis saat melihat orang-orang pemeluk keyakinan tertentu, termasuk Muslim,
 Di Jerman Barat ia melihat situasi yang berbeda. Imigran lebih banyak dijumpai dan ia pun berkawan dengan beberapa orang asing.
 "Saya tidak terbiasa dengan kehidupan baru saat itu," aku Sayed. "Kami tiap hari hidup seperti sampah. Idola kami adalah orang-orang kulit hitam Amerika yang tinggal di pemukiman terisolir," tuturnya.
 Mengidolakan mereka, pria yang dulunya bernama Sved Mann itu pun juga mencontoh perilaku para imigran itu. "Saya melakukan banyak hal buruk termasuk mencuri dan sebagainya," kenang Sayed.
 Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang imigran berasal dari Turki yang menjadi kawan akrabnya. Si kawan itulah yang kemudian mengenalkan Sayed pada Islam dan berhasil mengajaknya memeluk agama tersebut.
 Kawan Sayed memiliki kakak lelaki seorang imam masjid lokal. Ketika si adik memberi thau niatnya untuk mengajak Sayed berkunjung ke masjid, sang imam mengaku pesimis.
 "Saya bilang, 'Dia? Tidak Mungkin'. Tapi adik saya sudah bertekad bulat. Bahkan ia mengatakan Sayed akan memeluk Islam sepulangnya saya dari bepergian," tuturnya.
 Tiga bulan kemudian, ketika si imam pulang kembali ia tiba-tiba disambut oleh Sayed dengan sapaan Assalamu'alaikum. "Wow saya terkejut. Ini benar-benar luar biasa," ujarnya. "Saya bahkan sempat bertanya (pada Sayed-red) 'Apa yang terjadi padamu?'".
 Rupanya si imam memahami selama ini Sayed selalu mencari, namun ia tak pernah-pernah meluangkan waktu dan cenderung mengabaikan ketimbang bersungguh-sungguh.
 "Ia mengatakan selalu percaya dengan keberadaan Tuhan, saya kira itulah yang menuntun dia," kata si imam. "Saya melihat ia bahagia telah menemukan Islam.
 Kini si imam bahkan menjadi guru mengaji Sayed. Dengan disiplin ia belajar bahasa Arab demi dapat membaca Al Qur'an
 Tapi Sayeed tak ingin disebut pindah agama. "Tak pernah ada istilah berubah agama dalam Islam," ujarnya. "Dalam Al Qur'an disebutkan tak ada paksaan dalam beragama," imbuh Sayed lagi.
 Lalu? "Saya lebih suka mendeskripsikan sebagai 'seseorang telah mengenalkan saya pada Islam dan saya menuju agama itu," papar Sayed.
 Ketika ditanya oleh Cengiz Kultur, sebuah proyek independen pembuatan film dokumenter tentang agama dan budaya di Jerman, mengapa ia memilih Islam, dengan mantap Sayed menjawab, "Karena pada akhirnya semuanya adalah, Islam," ujarnya menekankan pada makna kata tersebut yakni berserah diri.
 Ia telah mengucapkan ikrar dengan syahadat sepuluh tahun lalu. Sejak saat itu ia rajin membaca untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam apa makna Islam, termasuk bagi dirinya.
 Islam bagi Sayed adalah menyerahkan keinginan diri di bawah kehendak Tuhan. Mengapa ia mau melakukan? "Karena dengan itu nanti saya dapat bertemu dengan Pencipta saya, saya dapat menjumpai surga. Saya berhak untuk itu dan saya kira itulah Islam menurut saya saat ini," papar Sayed ketika ditanya esensi Islam o
 Sejak sepuluh tahun pula, Sayed melakukan shalat lima kali dalam sehari. "Ketika anda shalat anda absen dan istirahat dari dunia dan seluruh isinya. Anda membersihkn dan menghadap Sang Pencipta," ujarnya.
 Ia mengaku tak ada strategi khusus untuk melakukan shalat lima kali dalam sehari di Jerman. "Setiap orang pasti bisa menemukan tempat untuk berwudhu, membasuh diri dan melakukan shalat," ujarnya tanpa beban.
 Sayed mengaku menemukan keyakinannya setelah diskusi panjang dengan si  kawan tadi dalam satu malam. "Setelah itu saya langsung menyatakan ingin pergi ke masjid bersamanya," ungkap Sayeed.
 Ketika itu subuh dan seorang anak kecil tengah melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an. Tiba-tiba Sayed pun menangis. "Saya tidak tahu mengapa. Saya tidak paham bahasa Arab, saya tidak tahu apa yang ia baca, tidak tahu apa pun," kenangnya.
 "Tapi hati saya jelas telah memahami sesuatu. Itu benar-benar pengalaman luar biasa," tutur Sayed. "Saya yang hidup di jalan ala gangster tiba-tiba bisa menangis dan tidak tahu mengapa."
 Kini selain ketenangan dan keteraturan hidup Sayed juga menemukan hal berharga lain dalam Islam. "Ketika anda menjadi seorang Muslim, anda kehilangan teman tetapi anda mendapatkan saudara," ujarnya. Dengan segera anda menjadi anggota sebuah keluarga. Ini sesuatu yang tidak bisa saya peroleh dalam gereja-gereja di Jerman."


Minggu, 22 Juli 2012

MEMBANGUN KEMBALI PERADABAN ISLAM



Selamat malam pengunjung setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam kedua Bulan Ramadhan 1433 H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir  kopi hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Dewasa ini umat islam sedunia termasuk Indonesia sedang dilanda penuh keprihatinan. Kita tengok saja di belahan dunia lain beberapa waktu lalu, Mesir bergejolak dengan aksi sejuta umat untuk menumbangkan kediktatotaran rezim Hosen Mubarak atau Ben Ali di Tunisia. Rakyat negeri-negeri tersebut sama-sama menginginkan suatu revolusi di pemerintahan mereka. Namun, harus digaris bawahi, revolusi yang dibawa haruslah revolusi yang menyeluruh bukan sekedar mengganti kepala negara saja. Dan revolusi yang benar-benar mampu membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi negeri tersebut. Bukan revolusi yang didasarkan oleh berbagai kepentingan Individu belaka. Di Indonesia, reformasi yang semula diangankan masyarakat dapat membawa kemaslahatan nampaknya jauh dari harapan. Umat Muslim pun saat ini sangat jauh dari kehidupan islam akibat merebaknya budaya-budaya barat dan bercokolnya sekulerisme di tengah-tengah umat. Krisis dimensi pun akhirnya terus meningkat dari waktu-waktu.
 Sejak runtuhnya payung dunia islam pada tanggal 3 Maret 1924 umat islam di berbagai dunia didera krisis yang tak ada habisnya. Wilayah islam yang semula terbentang sepanjang jazirah arab, Syam, Irak, Turki, Semenanjung Balkan, sebagian Asia Tengah Afrika bagian utara, bahkan sebagian Eropa Barat, Asia Tenggara dan Selatan, kini terbelah-belah menjadi lebih dari lima puluh kepingan wilayah yang dikuasai penjajah. Umat Islam yang jumlahnya melebihi 1,2 Milyar tak ubahnya seperti lautan buih yang tak memiliki kekuatan apa-apa. Berbagai intimidasi dan pelecehan terus saja dilontarkan kepada umat islam. Banyak saudara-saudara kita di Palestina yang sangat menderita atas serangan kaum Yahudi Israel. Irak, Iran, Afganistan pun tak lepas dari penjajahan AS. Pelecehan terhadap Al-Quran dan Rasulullah pun marak dilakukan para kafir barat yang semakin melukai hati umat muslim.
Di Indonesia pun juga tak terlepas dari krisis yang menyengsarakan umat. Di bidang ekonomi misalnya, pemerintah mengklaim berhasil mengurangi angka kemisikinan yang sebelumnya mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal data penerima raskin mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan jamkesmas mencapai 76, 4 juta jiwa. Pemerintah juga mengklaim bahwa perekonomian terus tumbuh di atas 6% pertahun tertinggi setelah orde baru. Padahal data tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan bahkan kita pun dikejutkan dengan makin maraknya kasus gizi buruk, depresi dan bunuh diri akibat lilitan masalah kemiskinan.
 Contoh lain di bidang hukum adalah kasus Korupsi di negeri ini yang makin sistematik. Artinya korupsi bukan lagi dilakukan oleh satu dua orang tetapi oleh banyak orang secara bersama-sama. Terungkapnya kasus Gayus menunjukkan hal itu.
 Saat inipun makin banyak kbijakan ekonomi liberal yang dikeluarkan pemerintah. Diantaranya adalah kenaikan tarif dasar listrik (TDL) privatisasi sejumlah BUMN dan rencana pembatasan subsidi BBM. Kebijakan ekonomi yang makin liberal ini tentu memberatkan kehiupan ekonomi rakyat pengangguran pun makin meningkat. Namun anehnya, ditengah derita dan kemiskinan rakyat pemerintah justru berniat untuk naik gajih. Padahal gajih yang diterima oleh para pejabat tersebut sudah sangat besar bila dibandingkan pendapatan masyarakat. Padahal kerja mereka selama ini tidak memberikan pengaruh apa yang baik untuk rakyat, justru semakin melilit rakyat. Realitas demikian sungguh bertolak belakang dengan kondisi Daulah Khilafah Islamiyah yang tegak selama lebih 1000 tahun.
 Ada dua factor yang menyebabkan persoalan tersebut bermunculan. Pertama karena diterapkannya sistem yang rusak yaitu kapitalisme sekuler dan karena pemimpin yang tidak amanah. Karena itu bila kita ingin bebas dari kondisi yang memprihatinkan ini, kita harus keluar dari dari sistem yang rusak ini dan beralih kepada sistem yang baik dan pemimpin yang amanah.
 Islam sebagai sebuah ideology di dunia memiliki tata aturan dan sistem yang khas untuk umat manusia. Coba kita renungkan firman Allah dalam TQS Al Maidah : 50
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”
 Ayat di atas jelas menyatakan bahwa hukum yang layak untuk diterapkan hanyalah hukum yang berasal dari Allah SWT. Bukan hukum buatan manusia yang bersifat lemah, terbatas dan sering disesuaikan dengan hawa nafsu serta kepentingan pribadi.
 Jelas tanpa Daulah Khilafah Islamiyah kaum muslimin terpecah-belah menjadi beberapa negara yang akhirnya tidak memiliki kekuatan penuh. Kekayaannya dikuras, kezaliman negara-negara penjajah pun tak dapat dihalau. Bisakah kita berharap pada sistem saat ini yang jelas kerusakannya dan tidak membawa perubahan apa-apa untuk dunia? Jelas jawabannya tidak, sudah banyak bukti mengenai rusaknya sistem kapitalis saat ini. lalu, jika kita ingin lepas dari keterpurukan kondisi saat ini, sudah saatnya kita kembalikan kehidupan islam ke dalam tatanan dunia baru saat ini.
 Karena itu hendaknya seluruh umat islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan penerapan Syariah dan Khilafah di negeri ini.


Jumat, 20 Juli 2012

Indahnya Menjadi Seorang muslim

Selamat malam pengunjung setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ke-lima Bulan Ramadhan 1433 H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir  kopi hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba.
Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.
Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!
Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.
Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?
Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…
Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udahunderstand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.

Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.
Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..
Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfectdan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?
Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!
Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.
Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.

Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.
Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.:
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata­kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh! [solihin]
Artikel DUDUNG.net


Kamis, 19 Juli 2012

Alquran dan Ilmu Pengetahuan

ALQURAN & ILMU PENGETAHUAN
Negara tercinta ini tak henti hentinya didera oleh ujian dan musibah.  Bahkan di zaman yang katanya telah maju dimana pendidikan seharusnya bukan lagi menjadi hal yang mahal buat seluruh masyarakat,  pada kenyataannya sekolah masih merupakan angan angan kosong dalam hidup sebagian anak.
Seharusnya mulai pagi semua anak telah pergi ke sekolah buat belajar, ternyata masih banyak anak anak yang justru mulai pagi hari telah mengisi jalanan diperempatan lampu merah,dipasar atau  diantara keramaian menadahkan tangan atau kaleng kosong buat meminta sedekah dari orang orang yang lalu lalang atau kebetulan berhenti ditempat mereka biasa mangkal.
Padahal kita sama sama tahu bahwa pekerjaan meminta minta itu bukanlah hal yang baik dilakukan oleh manusia yang sehat dan berakal yang diberi kemampuan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk memanfaatkan kemampuan dirinya semaksimal mungkin dan juga mengamalkannya buat masyarakat lainnya.
Dalam kenyataannya, kita bisa mengatakan bahwa begitu banyak anak anak yang rela berhujan berpanas dijalanan untuk mendapatkan rizki dengan meinta minta, mengharapkan belas kasihan orang banyak yang lalu lalang, yang seharusnya belum menjadi kewajiban mereka buat menafkahi diri sendiri.
Karena kewajiban mereka adalah bersekolah yang merupakan hak mereka yang harus dipenuhi oleh kedua orang tua yang telah diberikan amanah oleh Allah subhanahu wata’ala buat memelihara,membesarkan, dan mendidik anak anak mereka lilahi ta’ala dijalan yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya.
Menyekolahkan anak merupakan kewajiban orang tua dalam upaya mendidik anak tersebut, merupakan hak anak untuk belajar dan memperoleh ilmu pengetahuan sebagaimana seharusnya agar kelak dapat dipergunakan oleh anak tersebut demi kebaikan dirinya dan demi kemaslahatan orang banyak.
Dan dalam memberikan pendidikan yang baik buat anak, masing masing orang tua akan berusaha untuk menyekolahkan anaknya tersebut disekolah sekolah terbaik yang terjamin menurut pemikiran dan kemampuan masing masing orang tua. Walau sebenarnya tujuan menuntut ilmu itu bukanlah karena hal hal duniawi seperti gengsi atau pamer kemampuan, namun haruslah karena Allah subhanahu wata’ala semata. Belajar yang telah dimulai anak sejak dia balita hingga dewasa dan bersekolah sampai keperguruan tinggi, merupakan hal penting demi kehidupan masing masing individu, agar dia bisa menafkahi diri dan keluarganya, serta tidak mudah dibodohi oleh orang lain dan juga agar dia bisa memanfaatkan ilmunya dengan mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lainnya sesuai dengan cara cara yang syar’i.
Kebaikan lainnya yang didapat seseorang yang berilmu pengetahuan adalah Alalh subhanahu wata’ala meninggikan derajatnya dibandingkan manusia lain yang tidak berilmu pengetahuan. Meskipun ilmu pengetahuan itu sangatlah penting, namun lebih utama jika ilmu pengetahuan yang dimiliki itu didampingi oleh keimanan hamba hamba yang memilikinya  agar tidak terjadi penyalahgunaan ilmu pengetahuan tersebut untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Alalh subhanahu wata’ala dalam KalamullahNya Al Qur’an dan Sunnah yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena sesungguhnya Al Qur’an itu merupakan sumber ilmu pengetahuan, dimana didalamnya terdapat banyak pengajaran yang bisa dimanfaatkan oleh orang orang yang berfikir dan berilmu pengetahuan demi kepentingan dunia dan akhirat.
Orang orang yang memiliki ilmu pengetahuan haruslah lebih banyak melakukan pendekatan diri kepada Allah subhanahu wata’ala, karena ilmu pengetahuan yang mereka miliki dapat dengan mudah menggelincirkan mereka kejalan yang bathil, andai didalam dada mereka tidak diisi oleh keimanan kepada yang Haq. Karena ketika seorang hamba hanya menginginkan pengetahuan masalah dunia saja tanpa mempelajari pengetahuan mengenai akhirat, maka ketimpanganlah yang akan didapatnya.

Ilmu pengetahuan didunia ini sangatlah banyak dan luas buat dimiliki oleh seorang hamba yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kemampuan yang sangat terbatas, sehingga masing masing hamba hanya  memiliki pengetahuan yang sangat sedikit sekali. Tiada seorang manusiapun yang menguasai semua ilmu pengetahuan yang ada didunia ini yang sesungguhnya memiliki cabang cabang ilmu yang sangat banyak.  Bahkan bangsa Yahudi yang diberikan oleh Allah kemampuan otak diatas kemampuan berfikir manusia pada umumnyapun, sebenarnya tidaklah memiliki seluruh pengetahuan yang meliputi jagad raya ini.
Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang dapat memberi manfaat dan berguna untuk kita manfaatkan dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia, agar tiap-tiap muslim tidak dikategorikan sebagai terbelakang dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi penghuni dunia ini dalam batas-batas yang diridhai oleh Allah subhanahu wata’ala.
Demikian pula Islam mewajibkan kita untuk menuntut ilmu-ilmu deenul Islam agar menghasilkan natijah yang sempurna, sehingga amalan yang dilakukan sesuai dan selaras dengan perintah-perintah syara’.
Tujuan menuntut ilmu bagi seorang hamba selain untuk kepentingan pribadi juga untuk membina kekuatan ummat Islam dan mencari kemaslahatan masyarakat manusia. Membina kekuatan umat merupakan salah satu tanggungjawab para penuntut ilmu karena merekalah yang Insya Allah bakal  memimpin di masa depan.
Karena itu kemaslahatan ummat banyak bergantung kepada pemimpin dan cara memimpinnya. Dimana para ilmuan Islam juga memiliki tugas untuk menegakkan yang ma’ruf yaitu mengajak manusia menegakkan dan mendaulatkan ajaran Allah subhanahu wata’ala dan mencegah kemungkaran yaitu melarang manusia dari melakukan seluruh larangan Allah subhanahu wata’ala mulai dari hal hal yang kecil sehingga ke hal hal yang besar.
Karena itulah, selagi masih muda, dan masih memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan ketika usia tua mulai menggerogoti otak manusia sehingga kemampuan berfikir dan kemampuan lainnya mulai menurun, maka janganlah dibuang buang waktu dengan hal yang sia sia, karena tiada suatu kemampuanpun yang dapat mengembalikan waktu agar bisa memberikan pengulangan kesempatan buat siapapun didunia ini.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...