Bila seseorang sedang jatuh cinta terkadang akan membutakan dirinya untuk memiliki pasangan idamannya. Tetapi terkadang hal itu tidak berlaku karena ada hal yang harus dipertimbangkan untuk memiliki pasangan idaman anda. Ada beberapa arti tentang cinta yang menyatakan bahwa apakah itu cinta yang sesungguhnya atau cinta itu secara nafsu belaka.
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Seseorang yang jatuh cinta terkadang menggunakan perasaan atau hati belaka tetapi jika tidak ingin menimbulkan kekacauan di kemudian hari sebaiknya anda juga harus menggunakan akal sehat. Bohong besar jika anda bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan dan ideal kelompok dimana anda berasal. Bohong besar pula jika merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban saat perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu saat nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda anda sedang jatuh cinta tetapi itu merupakan sinyal kebodohan.
KH. Abdul Rahman Wahid / Gus Dur pernah berkata, "Di Indonesia, hanya ada tiga polisi yang jujur, yaitu polisi tidur, patung polisi dan polisi Hoegeng". Polisi Hoegeng yg dikatakan Gusdur itu adalah:
Jendral Hoegeng Imam Santoso
mantan KAPOLRI masa jabat 1968 s/d 1971 Sejak masa jabatannya berakhir, ditubuh KEPOLISIAN RI tak pernah ada lg yg bisa menandingi Kejujuran beliau, Kesederhanaan Beliau seorang Jendral yg mau turun kejalan ikut mengatur LALIN, megayomi dan menjaga Rakyatnya walau hanya dengan bersepeda ontel menyambangi Rakyatnya utk berdialog.
Terimakasih Bpk Jendral Hoegeng Imam Santoso atas segala pengabdianmu untuk Nusa dan Bangsa. Nasehat & Jasa" Bpk akan kami junjung tinggi untuk NKRI.
Kami berharap cepat ada sosok baru seperti Bapak yg bisa melanjutkan Perjuangan Bpk untuk menegakkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hari Pahlawan 10 Nopember Tau kah anda siapa yg mengobarkan semangat perjuangan sampai terjadinya Perang 10 nov 1945 di Surabaya ? hayo yg tau sejarah jawab yah.....! Hadrotus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari Beliaulah yg membuat FATWA JIHAD utk NKRI yg dilanjutkan oleh para kiyai sejawa madura bersama Rakyat & para santri"nya berjuang bersama Jend Besar Sudirman, Bung Karno & Bung Tomo sehingga terjadi perang hebat 10 N0pember 1945 di Surabaya. 2 jendral terbaik Ingris tewas.
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai
jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter
Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah
sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan,
dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan
jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan
Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung
(Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung
merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga
merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila
di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan
tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok
(wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di
Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai
ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya
dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung
ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan
tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti
sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang
lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat
menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan
pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya
pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang
datang dengan sungguh-sungguh.Keluarga
Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras,
agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam
gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas.
Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang
memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti
Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak
berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi
inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei
Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.
Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari
Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang
pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh
pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan
bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari
Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in
tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris,
Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir
pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung
kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia
telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil
mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit
ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun
efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.
Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan
bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan
mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang
tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar
dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang
akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya
dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden
perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena
istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong
Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok
Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai
Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan
turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77
tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai
pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela
kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang
miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang
dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya
dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang
diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal
ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi
teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.
Selamat malam pengunjung
setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ke-empat Bulan Ramadhan
1433 H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya,
semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir kopi
hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Kisah berikut adalah kisah shahih yang menceritakan
mengenai 3 orang Bani Israil. Ada yang buta, berkepala botak dan berpenyakit
lepra. Kisah ini menandakan ada orang yang bersyukur dan ada yang kufur
terhadap nikmat Allah. Kita tentu saja mencontoh perliaku yang baik dan
meninggalkan perilaku yang jelek dari kisah ini.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu:
penderita penyakit lepra, orang berkepala botak dan orang buta. Kemudian
AllahTa’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang
malaikat.
Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang
menderita penyakit lepra dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling
kamu inginkan?” Ia menjawab: “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit
yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang
tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit
yang indah. Malaikat itu bertanya lagi
kepadanya: “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Unta
atau sapi.” Maka diberilah ia seekor unta yang sedang bunting, dan iapun
didoakan: “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini.”
Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya
botak, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia
menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikkan banyak orang ini hilang
dari diriku”. Maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya,
serta diberilah ia rambut yang indah. Malaikat tadi bertanya lagi kepadanya:
“Harta apakah yang kamu senangi?” Ia menjawab: “Sapi atau unta.” Maka diberilah
ia seekor sapi yang sedang bunting dan didoakan: “Semoga Allah memberkahimu
dengan sapi ini.”
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta,
dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia
menjawab: “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat
melihat orang.” Maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh
Allah penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang
paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Kambing.” Maka diberilah ia seekor kambing
yang sedang bunting.
Lalu berkembangbiaklah unta, sapi dan kambing
tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki
satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya:
“Kemudian, datanglah Malaikat itu kepada orang yang sebelumnya menderita penyakit lepra,
dengan menyerupai dirinya (yakni di saat ia masih dalam keadaan berpenyakit
lepra), dan berkata kepadanya: “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan
bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat
meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian
dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan,
kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja
untuk bekal meneruskan perjalananku.” Tetapi dijawab: “Hak-hak (tanggunganku)
masih banyak.” Malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah mengenal
anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang
orang-orang pun jijik melihat anda, lagi pula anda miskin, kemudian Allah memberikan
kepada anda harta kekayaan?” Dia malah menjawab: “Harta kekayaan ini aku warisi
turun-temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.” Maka malaikat tadi berkata kepadanya: “Jika anda
berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda
semula.”
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang
sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya (disaat masih botak), dan
berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita
penyakit lepra, serta ditolaknya sebagaimana ia telah ditolak oleh orang yang
pertama. Maka malaikat itu berkata: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan
mengembalikan anda seperti keadaan semula.”
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang
sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu (di saat ia masih buta), dan
berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, kehabisan bekal dalam
perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam
perjalananku ini, sehingga aku tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari
ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah
yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk
bekal melanjutkan perjalananku.” Maka orang itu menjawab: “Sungguh aku dulunya
buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda
sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, sekarang ini aku
tidak akan mempersulit anda dengan memintamu mengembalikan sesuatu yang telah
anda ambil karena Allah.” Maka malaikat tadi berkata: “Peganglah kekayaan anda,
karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepada
anda, dan murka kepada kedua teman anda.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh
al-Bukhori, no. 3464 dan Muslim, no. 2964).
Selamat malam pengunjung
setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ketiga Bulan Ramadhan 1433
H. Ane mau berbagi cerita sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya,
semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir kopi
hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Di tengah arus media yang begitu pesat di tengah
masyarakat saat ini, seperti tayangan-tayangan film, sineron, reality show,
infotainment dan yang lainnya tanpa disadari telah merasuki hati dan pemikiran
kita. Hingga kita terlarut kedalamnya. Padahal acara-acara tersebut justru
menggerus nilai-nilai islam yang masih hidup di rumah-rumah kita.
Saat ini keluarga-keluarga Muslim menjadi harapan
tempat bersemainya kembali ideologi Islam. Keluarga dengan ayah sebagai
pemimpin dan pengayom seluruh anggota dan ibu sebagai poros aktivitas dalam
rumah tangga menjadi tumpuan lahirnya generasi-generasi yang kelak akan menata
kembali peradaban dunia dengan Islam.
Sejalan dengan waktu, serangan musuh-musuh Islam yang
dipelopori oleh AS mengalir makin kuat. Mereka berobsesi untuk menjebol benteng
terakhir pertahanan umat Islam, yakni keluarga-keluarga Muslim. Skenario telah
disusun dan agen-agen pun mulai digerakkan. Di bawah bendera PBB, agen-agen ini
menggelar aksi-aksi tingkat internasional untuk menjustifikasi langkah-langkah
penghancuran keluarga Muslim. Salah satu gerakan yang ingin menghancurkan
keluarga muslim yaitu kaum feminisme. Kalangan feminis terus berupaya
mengacak-acak kehidupan sosial umat Islam. Mereka mencoba mencangkokkan
pemikirannya ke dalam aturan yang sudah ada. Lembaga-lembaga feminis seperti
Kalyanamitra, Rifka Annisa, Yasanti dan LSPPA (Lembaga Studi dan pengembangan
Perempuan dan Anak) termasuk yang terbilang aktif mengusung isu jender. Salah
satu yang pernah mereka gulirkan adalah amandemen UU Perkawinan No 1 Tahun
1974. Amandemen UU Perkawinan telah lama digagas Para aktivis yang mengklaim
pembela hak perempuan, pasca Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLDKHI) yang
dimotori feminis Musdah Melia. CLDKHI memang secara terang-terangan dan frontal
menyerang Islam, karena itu langsung dianulir. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
bahkan sempat mengeluarkan larangan untuk menyebarluaskan CLDKHI yang berbasis
ideologi sekularisme kapitalis itu. draft amandemen UU Perkawinan versi feminis
jelas sangat berbahaya. Pertama, UU Perkawinan yang dibangun atas landasan
Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) itu berupaya mereduksi ajaran Islam
tentang pernikahan. Seperti penentangan atas poligami, perombakan hukum tentang
masa iddah dalam kasus perceraian dan relasi yang mengatur hubungan suami dan
istri. Menggiring masyarakat menuju liberalisasi. Larangan menikah di bawah
usia 18 tahun, sekalipun pelaku sudah matang secara fisik, mental dan ekonomi,
sama saja dengan menggiring masyarakat menuju pintu seks bebas. Penyamarataan
peran antara suami dan istri, berpeluang besar menimbulkan konflik kepentingan
yang berujung pada perceraian. Juga, melemahkan peran pendidikan anak dan
kelahiran generasi-generasi berkualitas dari sebuah keluarga. Semua ini hanya
akan menghantarkan keluarga muslim dalam kehancuran.
Penghancuran keluarga adalah konspirasi keji yang
didesain Barat untuk menjauhkan syariat Islam dari umatnya. Upaya ini harus
ditangkal dengan mengeksiskan syariat Islam ke dalam seluruh sendi kehidupan
sekaligus menguatkan institusi pernikahan. Larangan Poligami merupakan salah
satu upaya yang di desain untuk menjauhkan masyarakat untuk menerapkan syariat
islam. Karena poligami merupakan bagian dari syariat islam.
Selamat malam pengunjung
setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ke-enam Bulan Ramadhan 1433
H. Ane mau berbagi cerita sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya,
semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir kopi
hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
EPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Saat pindah ke bagian barat
Jerman, usai tembok Berlin runtuh, Sayed Mann, kala itu 12 tahun, adalah bocah
yang tengah bingung mencari identitas diri. Keluarganya berasal dari Jerman
Timur.
Tumbuh besar
di lingkungan sosialis, agama tidak pernah ada dalam kamus keluarga dan
hidupnya. Ia cenderung tersenyum sinis saat melihat orang-orang pemeluk
keyakinan tertentu, termasuk Muslim,
Di Jerman
Barat ia melihat situasi yang berbeda. Imigran lebih banyak dijumpai dan ia pun
berkawan dengan beberapa orang asing.
"Saya
tidak terbiasa dengan kehidupan baru saat itu," aku Sayed. "Kami tiap
hari hidup seperti sampah. Idola kami adalah orang-orang kulit hitam Amerika
yang tinggal di pemukiman terisolir," tuturnya.
Mengidolakan
mereka, pria yang dulunya bernama Sved Mann itu pun juga mencontoh perilaku
para imigran itu. "Saya melakukan banyak hal buruk termasuk mencuri dan
sebagainya," kenang Sayed.
Hingga
akhirnya ia bertemu dengan seorang imigran berasal dari Turki yang menjadi
kawan akrabnya. Si kawan itulah yang kemudian mengenalkan Sayed pada Islam dan
berhasil mengajaknya memeluk agama tersebut.
Kawan Sayed
memiliki kakak lelaki seorang imam masjid lokal. Ketika si adik memberi thau
niatnya untuk mengajak Sayed berkunjung ke masjid, sang imam mengaku pesimis.
"Saya
bilang, 'Dia? Tidak Mungkin'. Tapi adik saya sudah bertekad bulat. Bahkan ia
mengatakan Sayed akan memeluk Islam sepulangnya saya dari bepergian,"
tuturnya.
Tiga bulan
kemudian, ketika si imam pulang kembali ia tiba-tiba disambut oleh Sayed dengan
sapaan Assalamu'alaikum. "Wow saya terkejut. Ini benar-benar luar
biasa," ujarnya. "Saya bahkan sempat bertanya (pada Sayed-red) 'Apa
yang terjadi padamu?'".
Rupanya si
imam memahami selama ini Sayed selalu mencari, namun ia tak pernah-pernah
meluangkan waktu dan cenderung mengabaikan ketimbang bersungguh-sungguh.
"Ia
mengatakan selalu percaya dengan keberadaan Tuhan, saya kira itulah yang
menuntun dia," kata si imam. "Saya melihat ia bahagia telah menemukan
Islam.
Kini si imam
bahkan menjadi guru mengaji Sayed. Dengan disiplin ia belajar bahasa Arab demi
dapat membaca Al Qur'an
Tapi Sayeed
tak ingin disebut pindah agama. "Tak pernah ada istilah berubah agama
dalam Islam," ujarnya. "Dalam Al Qur'an disebutkan tak ada paksaan
dalam beragama," imbuh Sayed lagi.
Lalu?
"Saya lebih suka mendeskripsikan sebagai 'seseorang telah mengenalkan saya
pada Islam dan saya menuju agama itu," papar Sayed.
Ketika ditanya
oleh Cengiz Kultur, sebuah proyek independen pembuatan film dokumenter tentang
agama dan budaya di Jerman, mengapa ia memilih Islam, dengan mantap Sayed
menjawab, "Karena pada akhirnya semuanya adalah, Islam," ujarnya
menekankan pada makna kata tersebut yakni berserah diri.
Ia telah
mengucapkan ikrar dengan syahadat sepuluh tahun lalu. Sejak saat itu ia rajin
membaca untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam apa makna Islam, termasuk
bagi dirinya.
Islam bagi
Sayed adalah menyerahkan keinginan diri di bawah kehendak Tuhan. Mengapa ia mau
melakukan? "Karena dengan itu nanti saya dapat bertemu dengan Pencipta
saya, saya dapat menjumpai surga. Saya berhak untuk itu dan saya kira itulah
Islam menurut saya saat ini," papar Sayed ketika ditanya esensi Islam o
Sejak sepuluh
tahun pula, Sayed melakukan shalat lima kali dalam sehari. "Ketika anda
shalat anda absen dan istirahat dari dunia dan seluruh isinya. Anda membersihkn
dan menghadap Sang Pencipta," ujarnya.
Ia mengaku tak
ada strategi khusus untuk melakukan shalat lima kali dalam sehari di Jerman.
"Setiap orang pasti bisa menemukan tempat untuk berwudhu, membasuh diri
dan melakukan shalat," ujarnya tanpa beban.
Sayed mengaku
menemukan keyakinannya setelah diskusi panjang dengan si kawan tadi dalam satu malam. "Setelah
itu saya langsung menyatakan ingin pergi ke masjid bersamanya," ungkap
Sayeed.
Ketika itu
subuh dan seorang anak kecil tengah melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an.
Tiba-tiba Sayed pun menangis. "Saya tidak tahu mengapa. Saya tidak paham
bahasa Arab, saya tidak tahu apa yang ia baca, tidak tahu apa pun,"
kenangnya.
"Tapi
hati saya jelas telah memahami sesuatu. Itu benar-benar pengalaman luar
biasa," tutur Sayed. "Saya yang hidup di jalan ala gangster tiba-tiba
bisa menangis dan tidak tahu mengapa."
Kini selain
ketenangan dan keteraturan hidup Sayed juga menemukan hal berharga lain dalam
Islam. "Ketika anda menjadi seorang Muslim, anda kehilangan teman tetapi
anda mendapatkan saudara," ujarnya. Dengan segera anda menjadi anggota
sebuah keluarga. Ini sesuatu yang tidak bisa saya peroleh dalam gereja-gereja
di Jerman."
Selamat malam pengunjung
setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam kedua Bulan Ramadhan 1433
H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga
artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir kopi
hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Dewasa ini umat islam sedunia termasuk Indonesia
sedang dilanda penuh keprihatinan. Kita tengok saja di belahan dunia lain
beberapa waktu lalu, Mesir bergejolak dengan aksi sejuta umat untuk
menumbangkan kediktatotaran rezim Hosen Mubarak atau Ben Ali di Tunisia. Rakyat
negeri-negeri tersebut sama-sama menginginkan suatu revolusi di pemerintahan
mereka. Namun, harus digaris bawahi, revolusi yang dibawa haruslah revolusi
yang menyeluruh bukan sekedar mengganti kepala negara saja. Dan revolusi yang
benar-benar mampu membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi negeri tersebut. Bukan
revolusi yang didasarkan oleh berbagai kepentingan Individu belaka. Di Indonesia,
reformasi yang semula diangankan masyarakat dapat membawa kemaslahatan
nampaknya jauh dari harapan. Umat Muslim pun saat ini sangat jauh dari
kehidupan islam akibat merebaknya budaya-budaya barat dan bercokolnya
sekulerisme di tengah-tengah umat. Krisis dimensi pun akhirnya terus meningkat
dari waktu-waktu.
Sejak
runtuhnya payung dunia islam pada tanggal 3 Maret 1924 umat islam di berbagai
dunia didera krisis yang tak ada habisnya. Wilayah islam yang semula terbentang
sepanjang jazirah arab, Syam, Irak, Turki, Semenanjung Balkan, sebagian Asia
Tengah Afrika bagian utara, bahkan sebagian Eropa Barat, Asia Tenggara dan
Selatan, kini terbelah-belah menjadi lebih dari lima puluh kepingan wilayah
yang dikuasai penjajah. Umat Islam yang jumlahnya melebihi 1,2 Milyar tak
ubahnya seperti lautan buih yang tak memiliki kekuatan apa-apa. Berbagai
intimidasi dan pelecehan terus saja dilontarkan kepada umat islam. Banyak
saudara-saudara kita di Palestina yang sangat menderita atas serangan kaum
Yahudi Israel. Irak, Iran, Afganistan pun tak lepas dari penjajahan AS.
Pelecehan terhadap Al-Quran dan Rasulullah pun marak dilakukan para kafir barat
yang semakin melukai hati umat muslim.
Di Indonesia pun juga tak terlepas dari krisis yang
menyengsarakan umat. Di bidang ekonomi misalnya, pemerintah mengklaim berhasil
mengurangi angka kemisikinan yang sebelumnya mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal
data penerima raskin mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan jamkesmas
mencapai 76, 4 juta jiwa. Pemerintah juga mengklaim bahwa perekonomian terus
tumbuh di atas 6% pertahun tertinggi setelah orde baru. Padahal data tersebut
tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Masih banyak rakyat yang hidup di
bawah garis kemiskinan bahkan kita pun dikejutkan dengan makin maraknya kasus gizi
buruk, depresi dan bunuh diri akibat lilitan masalah kemiskinan.
Contoh lain di
bidang hukum adalah kasus Korupsi di negeri ini yang makin sistematik. Artinya
korupsi bukan lagi dilakukan oleh satu dua orang tetapi oleh banyak orang
secara bersama-sama. Terungkapnya kasus Gayus menunjukkan hal itu.
Saat inipun
makin banyak kbijakan ekonomi liberal yang dikeluarkan pemerintah. Diantaranya
adalah kenaikan tarif dasar listrik (TDL) privatisasi sejumlah BUMN dan rencana
pembatasan subsidi BBM. Kebijakan ekonomi yang makin liberal ini tentu
memberatkan kehiupan ekonomi rakyat pengangguran pun makin meningkat. Namun
anehnya, ditengah derita dan kemiskinan rakyat pemerintah justru berniat untuk
naik gajih. Padahal gajih yang diterima oleh para pejabat tersebut sudah sangat
besar bila dibandingkan pendapatan masyarakat. Padahal kerja mereka selama ini
tidak memberikan pengaruh apa yang baik untuk rakyat, justru semakin melilit
rakyat. Realitas demikian sungguh bertolak belakang dengan kondisi Daulah
Khilafah Islamiyah yang tegak selama lebih 1000 tahun.
Ada dua factor
yang menyebabkan persoalan tersebut bermunculan. Pertama karena diterapkannya
sistem yang rusak yaitu kapitalisme sekuler dan karena pemimpin yang tidak
amanah. Karena itu bila kita ingin bebas dari kondisi yang memprihatinkan ini,
kita harus keluar dari dari sistem yang rusak ini dan beralih kepada sistem
yang baik dan pemimpin yang amanah.
Islam sebagai
sebuah ideology di dunia memiliki tata aturan dan sistem yang khas untuk umat
manusia. Coba kita renungkan firman Allah dalam TQS Al Maidah : 50
“Apakah
hukum jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya
daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”
Ayat di atas
jelas menyatakan bahwa hukum yang layak untuk diterapkan hanyalah hukum yang
berasal dari Allah SWT. Bukan hukum buatan manusia yang bersifat lemah,
terbatas dan sering disesuaikan dengan hawa nafsu serta kepentingan pribadi.
Jelas tanpa
Daulah Khilafah Islamiyah kaum muslimin terpecah-belah menjadi beberapa negara
yang akhirnya tidak memiliki kekuatan penuh. Kekayaannya dikuras, kezaliman
negara-negara penjajah pun tak dapat dihalau. Bisakah kita berharap pada sistem
saat ini yang jelas kerusakannya dan tidak membawa perubahan apa-apa untuk
dunia? Jelas jawabannya tidak, sudah banyak bukti mengenai rusaknya sistem
kapitalis saat ini. lalu, jika kita ingin lepas dari keterpurukan kondisi saat
ini, sudah saatnya kita kembalikan kehidupan islam ke dalam tatanan dunia baru
saat ini.
Karena itu
hendaknya seluruh umat islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan
pengaruh berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan penerapan Syariah dan
Khilafah di negeri ini.
Selamat malam pengunjung
setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam ke-lima Bulan Ramadhan 1433
H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga
artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkirkopi
hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy
menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri
pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi.
Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya
diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu
sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks
en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga
antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba.
Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu
ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles
dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat
kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh
semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari
rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama
rayuan. Yakin itu.
Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada
yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem
banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi
nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!
Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap
minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di
hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari
kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah
sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan
standar cara pandang yang benar.
Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa
percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja
pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa
opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim.
Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan
dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang
ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan
tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan
jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?
Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali
pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu
kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang
banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih
terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa
bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder
van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa
depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam,
nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang
jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…
Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja
ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari
tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udahunderstand -lah
dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini.
Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool
ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah,
ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik
dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.
Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede?
Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk
pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep
cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye.
Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada
yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak
di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini.
Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan'
pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri
baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki,
serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.
Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu
miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari
kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola
berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri,
kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun
sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan
pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri,
kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri
yang lebih realistik. Coba ye..
Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho,
jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur.
Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah
LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil
apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu
didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri
sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi
yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang
membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai
diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan
berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan
penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber
dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri,
ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi
keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi
setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu.
Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfectdan it's okay if I
made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena
tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin
besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?
Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai
pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena
keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul,
cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan
rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata
tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke.
Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan
ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis,
pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu
kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani
ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih
menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi
risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain
untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri
(bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan
tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa
daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain.
Huhuy!
Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini
perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama
ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan
tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan
tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil
langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah
terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita
semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup
ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang
menghadapinya.
Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari
berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam
bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita
pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa
dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal
dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin
pede.
Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah
Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.:
“Katakanlah:
“Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada
seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada
siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar
the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar.
Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain
yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena
itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak
prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat
dikatakan, bahwa hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islam-lah pembawa
segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” (The Spirit of
World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat.
Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh
Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.)
adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih
dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita
kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri
dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu
lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo
sampe nggak pede, aduh, malu atuh! [solihin]
Negara tercinta ini
tak henti hentinya didera oleh ujian dan musibah. Bahkan di zaman
yang katanya telah maju dimana pendidikan seharusnya bukan lagi menjadi hal
yang mahal buat seluruh masyarakat, pada kenyataannya sekolah masih merupakan
angan angan kosong dalam hidup sebagian anak.
Seharusnya mulai
pagi semua anak telah pergi ke sekolah buat belajar, ternyata masih banyak anak
anak yang justru mulai pagi hari telah mengisi jalanan diperempatan lampu
merah,dipasar ataudiantara keramaian
menadahkan tangan atau kaleng kosong buat meminta sedekah dari orang orang yang
lalu lalang atau kebetulan berhenti ditempat mereka biasa mangkal.
Padahal kita sama
sama tahu bahwa pekerjaan meminta minta itu bukanlah hal yang baik dilakukan
oleh manusiayang sehat dan
berakal yang diberi kemampuan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk memanfaatkan
kemampuan dirinya semaksimal mungkin dan juga mengamalkannya buat masyarakat
lainnya.
Dalam kenyataannya,
kita bisa mengatakan bahwa begitu banyak anak anak yang rela berhujan berpanas
dijalanan untuk mendapatkan rizki dengan meinta minta, mengharapkan belas
kasihan orang banyak yang lalu lalang, yang seharusnya belum menjadi kewajiban
mereka buat menafkahi diri sendiri.
Karena kewajiban
mereka adalah bersekolah yang merupakan hak mereka yang harus dipenuhi oleh
kedua orang tua yang telah diberikan amanah oleh Allah subhanahu wata’ala buat
memelihara,membesarkan, dan mendidik anak anak mereka lilahi ta’ala dijalan
yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya.
Menyekolahkan anak
merupakan kewajiban orang tua dalam upaya mendidik anak tersebut, merupakan hak
anak untuk belajar dan memperoleh ilmu pengetahuan sebagaimana seharusnya agar
kelak dapat dipergunakan oleh anak tersebut demi kebaikan dirinya dan demi
kemaslahatan orang banyak.
Dan dalam
memberikan pendidikan yang baik buat anak, masing masing orang tua akan
berusaha untuk menyekolahkan anaknya tersebut disekolah sekolah terbaik yang
terjamin menurut pemikiran dan kemampuan masing masing orang tua. Walau
sebenarnya tujuan menuntut ilmu itu bukanlah karena hal hal duniawi seperti
gengsi atau pamer kemampuan, namun haruslah karena Allah subhanahu wata’ala
semata.Belajar yang telah
dimulai anak sejak dia balita hingga dewasa dan bersekolah sampai keperguruan
tinggi, merupakan hal penting demi kehidupan masing masing individu,agar dia bisa menafkahi diri dan keluarganya, serta tidak
mudah dibodohi oleh orang lain dan juga agar dia bisa memanfaatkan ilmunya
dengan mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lainnya sesuai dengan cara cara
yang syar’i.
Kebaikan lainnya
yang didapat seseorang yang berilmu pengetahuan adalah Alalh subhanahu wata’ala
meninggikan derajatnya dibandingkan manusia lain yang tidak berilmu
pengetahuan.Meskipun ilmu
pengetahuan itu sangatlah penting, namun lebih utama jika ilmu pengetahuan yang
dimiliki itu didampingi oleh keimanan hamba hamba yang memilikinya agar tidak terjadi
penyalahgunaan ilmu pengetahuan tersebut untuk kepentingan yang tidak sesuai
dengan aturan yang telah ditentukan oleh Alalh subhanahu wata’ala dalam
KalamullahNya Al Qur’an dan Sunnah yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena sesungguhnya
Al Qur’an itu merupakan sumber ilmu pengetahuan, dimana didalamnya terdapat
banyak pengajaran yang bisa dimanfaatkan oleh orang orang yang berfikir dan
berilmu pengetahuan demi kepentingan dunia dan akhirat.
Orang orang yang
memiliki ilmu pengetahuan haruslah lebih banyak melakukan pendekatan diri
kepada Allah subhanahu wata’ala, karena ilmu pengetahuan yang mereka miliki
dapat dengan mudah menggelincirkan mereka kejalan yang bathil, andai didalam
dada mereka tidak diisi oleh keimanan kepada yang Haq. Karena ketika seorang
hamba hanya menginginkan pengetahuan masalah dunia saja tanpa mempelajari
pengetahuan mengenai akhirat, maka ketimpanganlah yang akan didapatnya.
Ilmu pengetahuan
didunia ini sangatlah banyak dan luas buat dimiliki oleh seorang hamba yang
diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kemampuan yang sangat terbatas,
sehingga masing masing hamba hanyamemiliki pengetahuan yang sangat sedikit sekali. Tiada seorang
manusiapun yang menguasai semua ilmu pengetahuan yang ada didunia ini yang
sesungguhnya memiliki cabang cabang ilmu yang sangat banyak. Bahkan bangsa Yahudi
yang diberikan oleh Allah kemampuan otak diatas kemampuan berfikir manusia pada
umumnyapun, sebenarnya tidaklah memiliki seluruh pengetahuan yang meliputi
jagad raya ini.
Islam mewajibkan
kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang dapat memberi manfaat dan berguna untuk kita
manfaatkan dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia, agar
tiap-tiap muslim tidak dikategorikan sebagai terbelakang dan agar setiap muslim
dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi
penghuni dunia ini dalam batas-batas yang diridhai oleh Allah subhanahu
wata’ala.
Demikian pula Islam
mewajibkan kita untuk menuntut ilmu-ilmu deenul Islam agar menghasilkan natijah
yang sempurna, sehingga amalan yang dilakukan sesuai dan selaras dengan perintah-perintah
syara’.
Tujuan menuntut
ilmu bagi seorang hamba selain untuk kepentingan pribadi juga untuk membina
kekuatan ummat Islam dan mencari kemaslahatan masyarakat manusia.Membina kekuatan umat merupakan salah satu tanggungjawab
para penuntut ilmu karena merekalah yang Insya Allah bakalmemimpin di masa depan.
Karena itu
kemaslahatan ummat banyak bergantung kepada pemimpin dan cara memimpinnya.
Dimana para ilmuan Islam juga memiliki tugas untuk menegakkan yang ma’ruf yaitu
mengajak manusia menegakkan dan mendaulatkan ajaran Allah subhanahu wata’ala
dan mencegah kemungkaran yaitu melarang manusia dari melakukan seluruh larangan
Allah subhanahu wata’ala mulai dari hal hal yang kecil sehingga ke hal hal yang
besar.
Karena itulah,selagi masih muda, dan masih memiliki kemampuan yang lebih
baik dibandingkan ketika usia tua mulai menggerogoti otak manusia sehingga
kemampuan berfikir dan kemampuan lainnya mulai menurun, maka janganlah dibuang
buang waktu dengan hal yang sia sia, karena tiada suatu kemampuanpun yang dapat
mengembalikan waktu agar bisa memberikan pengulangan kesempatan buat siapapun
didunia ini.