Senin, 24 Desember 2012

PENGENALAN GEJALA DALAM TANAMAN YANG TERSERANG VIRUS


Tanaman yang terserang virus biasanya menimbulkan gejala yang khusus dan bermacam-macam.  Pengertian gejala menurut Haryono Semangun (2001) adalah ” Perubahan-perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan itu sendiri sebagai akibat dari adanya penyakit.” Dengan kita melihat gejala yang ada kita dapat menentukan virus yang menyerang tanaman tersebut.
            Penyebaran virus tidak hanya melelui vektor seperti kutu daun, tetapi dapat ditularkan secara mekanik dengan tangan manusia sendiri ataupun melalaui gesekan.
            Gejala yang ditimbulkan oleh virus dapat berupa gejala sistemik atau gejala setempat. Gejala sistemik terbatas pada daerah tertentu seperti bercak-bercak pada daun  yang warnanya berbeda dari yang biasanya, kanker pada batang, dan sebagainya.
            Selain itu ada juga gejala primer dan gejala skunder. Gejala primer terjadi pada bagian yang terserang oleh virus. Sedangkan gejala skunder merupakan gejala yang terjadi pada tempat lain pada tumbuhan, sebagai akibat dari kerusakan pada bagaian yang menunjukkan gejala primer.
            Parasit yang menyebabkan penyakit pada tanaman pada umumnya membentuk bagian vegetatifnya di dalam jaringan tanaman sehingga tidak tampak dari luar. Tetapi walaupun demikian ia membentuk bagian reproduktifnya pada permukaan tanaman yang diserangnya atau hanya sebagian tampak pada permukaan tersebut. Selan itu sering pula pembentukan propagul dalam bentuk istirahat pada permukaan tanaman.
            Virus merupakan mikroorganisme yang menyerang tumuhan pada bagian sel atau benda hidup oleh sebab itu virus disebut parasit obligat. Gejala-gejala yang muncul karena serangan virus pun akan berdasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel kemudian akan mengakibatkan perubahan pada jaringan tumbuhan yang terserang vrus tersebut dan akan timbullah berupa gejala. Kebanyakan gejala hanya dilihat dari luar tanamannya padahal gejal itu mulai timbul dari dalam dan bisa dilihat dari dalam dengan memotong atau membelah tanaman.
            Haryono Semangun (2001) menjelaskan bahwa ”Gejala dapat dibagi menurut perubahan yang terjadi di dalam sel”, Tiga tipe pokok gejala-gejala tersebut adalah:
1.      Gejala-gejala nekrotik, disebabkan karena adanya kerusakan pada bagian sel atau sel, atau matinya sel.
2.      Gejala-gejala hipoplastik, disebabkan karena terhambat atau terhentinya pertumbuhan sel (underdevelopment).
3.      Gejala-gejala hiperplastik, disebabkan karena pertumbuhan sel yang lebih dari biasa (overdevelopment)..
            Gejala dalam tanaman yang terserang virus tidak mudah untuk diamati secara kasat mata dan tidak seperti gejala luar yang sangat jelas terlihat secara kasat mata. Untuk mengetahui gejala-gejala dalam tanaman yang terserang virus, perlu diadakannya  praktikum serta pengamatan mengenai gejala dalam tanaman yang terserang virus.
           
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...