Senin, 24 Desember 2012

HAPEN TANAMAN BUAH-BUAHAN

SAWO
(Achras zapota)

Famili Sapotaceae.  Tanaman perennial, batang berkayu keras, dengan sistem percabangan cukup rapat dapat mencapai ketinggian 20 m.  Daun sawo berbentuk bulat memanjang, tumbuh menggerombol pada bagian ujung ranting.  Warna daun hijau mengkilap di bagian atas dan hijau muda tua kecoklatan di bagian bawah tergantung jenisnya.  Bentuk buah mulai bulat, bulat telur sampai bulat memanjang.  Warna kulit buah matang coklat, coklat kekuningan, coklat kemerahan, atau hijau.


Hama yang menyerang :
a.       Lalat buah
Klasifikasi
Nama spesies               : Dacus sp.
Nama daerah               : Lalat buah
Phylum                        : Arthropoda
Ordo                            : Diptera
Penyebab :
Hama dari spesies Dacus sp.
Stadia serangan :
Stadia yang menyerang tanaman sawo adalah stadia imago.
Gejala serangan :
terdapat bintik-bintik kecil berwarna hitam atau cokelat pada permukaan kulit, tetapi daging buah sudah membusuk yangdiakibatkan oleh larva lalat yang memakan daging buah.
Pengendalian :
(1) membersihkan (sanitasi) sisa-sisa tanaman di sekitar tanaman dan kebun; (2) membungkus buah dengan kertas semen atau koran; (3) memasang perangkap lalat buah yang mengandung bahan metyl eugenol, misalnya M-Atraktan, dalam botol plastik bekas; (4) menyemprotkan perangkap lalat buah, seperti Promar yang dicampur dengan insektisida kontak atau sistemik; (5) menginfus akar tanaman dengan laruta insektisida sistemik, seperti Tamaron, dengan konsentrasi 3-5% pada fase sebelum berbunga; (6) menyemprot tanaman dengan insektisida kontak, seperti Agrothion 50 EC dengan dosis 3-4 cc/liter air.

b.      Kutu Hijau
Klasifikasi 
Kingdom : Animalia
Filum : Arhropoda
Kelas: Insecta
Ordo : Homoptera
Famili : coccidae
Genus : coccus
Spesies: coccus viridis
Penyebab :
Hama dari spesies Lecanium viridis atau Coccus viridis
Gejala serangan :
Ranting-ranting muda dan daun-daun sawo mengkerut, layu, kering dan terhambat pertumbuhannya. Hal tersebut dilakukan dengan cara menghisap cairan yang terdapat di dalam ranting dan daun. Selain menghisap cairan, kutu-kutu ini juga menghasilkan embun madu yang dapat mengundang kehadiran cendawan jelaga.
Pengendalian :
dengan penyemprotan insektisida, seperti Diasinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/liter air atau Basudin 50 EC dengan dosis 2 cc/liter air yang disemprotkan langsung ke kutu-kutu tersebut.

Penyakit yang menyerang :
a.       Jamur Upas
Klasifikasi 
Nama umum    : Corticium salmonicolor Berk. & Broome
Klasifikasi             : Kingdom: Fungi
Phylum                 : Basidiomycota
Kelas                     : Basidiomycetes
Ordo                       : Stereales
Famili                    : Corticiaceae
Penyebab :
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang berasal dari spesies Corticium salmonocolor
Gejala serangan :
(1) Stadium rumah laba-laba, ditandai dengan munculnya meselium tipis berwarna mengkilat seperti sutera atau perak pada cabang atau ranting. Pada stadium ini jamur belum masuk ke dalam kulit tanaman sawo; (2) Stadium bongkol, jamur membentuk gumpalan-gumpalan hifa didepan lentisel sebelum memasuki kulit sawo; (3) Stadium corticium, jamur membentuk kerak berwarna merah muda yang berangsur-angsur berubah menjadi lebih muda lalu menjadi putih. Kulit tanaman sawo yang terdapat di bawah kerak tersebut akan membusuk; (4) Stadium necator, jamur membentuk banyak piknidium yang berwarna merah pada sisi cabang atau ranting yang lebih kering.
Pengendalian :
(1) Pada stadium laba-laba, penyakit ini dapat diatasi dengan cara menggosok tempat yang terserang jamur sampai hilang. Bekas luka gosokan diolesi dengan cat meni, ter, atau carbolineum; (2) Penyemprotan dengan fungisida yang mengandung tembaga berkadar tinggi seperti Cupravit OB 21 dengan dosis 4 gram/liter air setiap tiga minggu sekali untuk menghindari munculnya serangan lagi; (3) Pemotongan pada bagian tanaman yang terserang apabila jamur sudah mencapai stadium bongkol, corticium, atau necator. Pemotongan dilakukan pada bagian yang sehat jauh dari batas bagian yang sakit. Bagian yang dipotong kemudian diolesi dengan fungisida serta potongan yang terserang penyakit segera dibakar untuk mencegah spora berterbangan. Pemotongan cabang atau ranting juga dilakukan untuk mengurangi kelembaban yang dapat mendorong pertumbuhan spora.

b. Jamur Jelaga
Klasifikasi 
Cendawan ini berkembang biak pada musim kemarau, sedang pada musim hujan berkurang, karena embun madunya tidak banyak.
Penyebab :
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang berasal dari spesies Capnodium sp.
Gejala serangan :
berupa warna hitam seperti beludru yang menutupi permukaan daun sawo. Jamur ini sebenarnya hanya memakan madu yang dikeluarkan oleh serangga (Indicerus sp.), akan tetapi jika dibiarkan lama kelamaan dapat menutupi seluruh daun dan ranting tanaman sawo, sehingga proses fotosintesa tanaman sawo akan terganggu dan pertumbuhan terhambat. Serangan yang terjadi pada saat tanaman berbunga dapat mengakibatkan buah yang terbentuk hanya sedikit. Jika yang terserang adalah buah, dapat menyebabkan kerontokan atau berkurangnya kualitas buah.
Pengendalian :
(1) melenyapkan serangga yang menghasilkan embun madu terlebih dahulu dengan insektisida; (2) dilakukan penyemprotan dengan fungisida seperti Antracol 70 WP dengan dosis 2 gram/liter air atau Dithane M-45 80 WP dengan dosis 1,8-2,4 gram/liter air.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...