Minggu, 23 Desember 2012

PENGENALAN VIRUS PADA TANAMAN


Virus merupakan mikroorganisme yang berukuran submikroskopik yang terdiri dari asam inti, RNA atau DNA yang diselubungi oleh selubung protein. Virus tidak dapat memebelah dan tidak membentuk alat-alat reproduksi seperti spora dan sebangsanya, tetapi bertambah banyak dengan mempengaruhi sel inang untuk membentuk banyak zarah virus baru oleh karena itu virus hanya dapat memperbanyak diri di dalam sel-sel yang hidup.
              Jika tumbuhan sudah terinveksi oleh virus tertentu akan mempengaruhi metabolisme sel tumbuhan. Pada umumnya virus menyebabkan berkurangnya fotosintesisi karena berkurangnya klorofil tiap daun atau berkurangnya efisiensi klorofil biasanya virus menyebabkan berkurangnya subtansi pengatur pertumbuhan.
              Semua virus adalah fatogen luka. Virus banyak disebarkan oleh vektor termasuk serangga, tungau, nematoda, dan jamur. Diantara vektor-vektor serangga ini ada yang mempunyai alat mulut menggigit yang menularkan virus karena rahangnya, terkontaminasi virus, tetapi yang lebih banyak adalah serangga yang menghisap. Vektor ini menghisap tumbuhan sakit bersama denga virusnya dan menginokolasikannya ketumbuhan sehat yang dhisapnya kemudian.
              Selain ditlarkan melalui vektor, virus juga dapat ditularkan secara mekanis yang bisa ditularkan oleh manusia sendiri, atau melalui gesekan-gesekan pada tanaman yang sakit dan tanaman sehat.
              Gejala-gejala yang ditimbulkan dari infeksi virus ini berbeda-beda. Secara kasat mata dapat dilihat pada fisik tanaman yang terserang virus. Menurut Pracaya : 2009 dalam bukunya, gejala-gejala yang ditimbulkan virus dibagi menjadi tiga tipe penyakit antara lain:
1.                                                                                                                    Klorosis
Pembuluh tulang daun menjadi jelas (menguning) atau daun belang-belang setempat atau mosaik. Jaringan yang dekat pembuluh lebih pucat warnanya.
2.                                                                                                                    Nekrosis
Ada bercak-bercakcoklat mati atau garis coklat mati. Dalam keadaan serangan berat, seluruh atau sebagian dari organ tanaman bisa mati.
3.                                                                                                                    Kerdil
Bentuk tubuh tidak normal. Sebagian atau seluruh tubuh tanaman menggeliat.
              Strain yang berbeda dari satu jenis virus bisa juga menimbulkan bermacam-macam gejala pada kultivar tanaman yang berbeda. Suatu virus mungkin juga menyebabkan gejala yang berbeda-beda pada kultivar tanaman yang sama atau virus yang tidak ada hubungannya sama sekali mungkin menyebabkan gejala yang hampir menyerupai dalam suatu tanaman inang. Oleh karena itu, identifikasi tanaman harus benar-benar secara teliti. Hal-hal yang diteliti, di antaranya morfologi partikel penularan, tanaman inang, reaksi spesies terhadap infeksi, sifat biofisika, serologi, dan sifat partikel virus yang murni.

Penyakit penyebab virus:
  1. CVPD
    • Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri.Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang.
    • Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye.
    • Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik.
  2. Tristeza
    • Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Bagian yang diserang jeruk manis, nipis, besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen.
    • Gejala: lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhan terhambat.
    • Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman yang terserang, kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade.
  3. Woody gall (Vein Enation)
    • Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yang diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour
      Orange.
    • Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun.
    • Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...