Kamis, 16 Mei 2013

Alat-alat Laboratorium dan fungsinya



Cawan Petri
Fungsi
            Cawan petri berfungsi sebagai tempat media yang akan digunakan untuk menumbuhkan mikrobia.
Cara Kerja
            Untuk menggunakan cawan petri terlebih dahulu bibir cawan dipanaskan di atas bunsen, agar mikrobia yang tidak diinginkan mati.
Neraca Analitik
Fungsi
            Neraca analitik berfungsi untuk menimbang bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
Cara Kerja
            Untuk menggunakan neraca analitik kita harus mengetahui komponen yang ada di neraca. Seperti pengukurnya dan timbangannya. Sebelum menimbang bahan, media yang digunakan untuk menimbang harus ditimbang terlebih dahulu kemudian baru dimasukkan bahan yang akan ditimbang. Setelah didapat hasilnya dikurangi dengan berat media yang digunakan tadi.
            Untuk menimbang perlu dilihat kesetimbangan dari timbangan. Setelah digunakan timbangan atau tempat untuk menimbang diturunkan.
Oven
Fungsi
            Oven berfungsi untuk mensterilisasi alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca seperti cawan petri, dan sering disebut sterilisasi kering.
Cara Kerja
            Pertama untuk menghidupkan alirkan aliran listriknya kemudian baru tombol power. Masukkan alat yang akan di sterilkan, seperti cawan petri. Cawan ini harus di bungkus dengan kertas agar tidak secara langsung terkena panasnya oven. Setelah dimasukkan tutup dan kemudian diatur suhunya sesuai yang diinginkan.
Autoclave
Fungsi
            Autoclave berfungsi untuk sterilisasi basah atau untuk menghilangkan mikrobia yangtidak diinginkan pada bahan yang akan digunakan dalam praktikum yang bersifat basah, seperti tanah.
Cara Kerja
            Untuk menghidupkan pertama alirkan aliran listiknya, kemudian hidupkan tombol on. Buka autoclavenya dan periksa air di dalamnya, jika masih tersisa air buang airnya dan ganti dengan air yang baru. Masukkan bahan yang akan disterilkan. Kunci  berhadapan atau bersebrabgan secara bersamaan. Atur timer sesuai yang diinginkan. Kemudian kencangkan klep yang ada di atas tutup alat. Setelah lampu hijau mati dan alaram berbunyi kenduran klepnya. Tunggu beberapa saat. Kita matikan dan buka.
Shaker
Fungsi
            Shaker ini khusus untuk erlenmeyer, untuk menghomogenkan larutan atau bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
Cara Kerja
            Untuk menghidupkan pertama alirkan aliran listriknya dan hidupkan tombol powernya. Masukkan bahan atau larutan yang akan kita homogenkan ke dalam erlenmeyer, kemudian buka karet atau penahannya, masukkan erlenmeyer dishaker, ikat dengan karetnya atau penahannya. Hidupkan pengaturan kecepatan shakernya sesuai yang diinginkan.
Mikropipet
Fungsi
            Mikropipet berfungsi untuk memindahkan larutan yang akan digunakan dalam praktikum dengan ketelitian lebih teliti dari pipet tetes.
Cara Kerja
            Atur berapa bahan atau larutan yang akan digunakan dalam praktikum di mikropipetnya sesuai yang diinginkan. Tekan satu kali pada atas mikropipet di masukkan dalam larutan. Kemudian pindahkan pada tempat lain dan tekan kembali pada tombol di atas mikropipet.
Preparat
Fungsi
            Preparat berfungsi untuk meletakkan objek yang akan dilihat di bawah mikroskop.
Cara Kerja
            Bersihkan preparat terlebih dahulu kemudian letakkan objek yang akan dilihat di bawah mikroskop, tutup dengan cover glass.
Cover Glass
Fungsi
            Cover glass berfungsi untuk menutup objek yang telah diletakkan di atas kaca preparat.
Cara Kerja
            Untuk menutup objek over glass dimiringkan sekitar 45 derajat diatas kaca preparat kemudian jatuhkan pada objek di preparat tersebut hingga objek dapat tertutup dengan baik.
Bunsen
Fungsi
            Bunsen berfungsi untuk mensterilkan alat atau sebagai sumber panas untuk memanaskan alat atau bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
Cara Kerja
            Isi bunsen dengan spritus. Untuk menghidupkannya gunakan korek api.
Pipet Tetet
Fungsi
            Pipet tetes berfungsi untuk memindahkan larutan atau bahan yang akan digunaan dalam praktikum dengan ketelitian yang kecil.
Cara Kerja
            Untuk menggunakan pipet tetes, karet yang ada pada ujung pipet dipencet kemudian dimasukkan dalam larutan, lepaskan tekanan pada karet tadi. Pindahkan pada wadah dan tekan kembali karetnya, teteskan sesuai yang diinginkan.
Tabung Reaksi
Fungsi
            Tabung reaksi berfungsi untuk tempat mereaksikan suatu larutan atau bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
Cara Kerja
            Bersihkan tabung reaksi sebelum digunakan, gunakan penjepit tabung reaksi untuk mereksikan larutan yang panas.
Erlenmeyer
Fungsi
            Erlenmeyer berfungsi untuk tempat larutan hasil titrasi.
Cara Kerja
            Bersihkan erlenmeyer yang akan digunakan, terdapat pengukur di tabung untuk menghitung atau mengukur banyaknya hasil titrasi.
Pinset
Fungsi
            Pinset berfungsi sebagai alat penjepit untuk bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
Cara Kerja
            Mainkan tubuh pinset untuk menjepit dan melepaskannya.
Jarum Ose
Fungsi
            Jarum ose berfungsi untuk memindahkan mikroorganisme yang akan dibiakkan.
Cara Kerja
            Lubang pada ujung jarum letakkan pada mikroorganisme dan usahakan mikroorganisme masik ke dalam lubaang tersebut.
Jarum Preparat
Fungsi
            Jarum preparat berfungsi untuk mengatur mikroorganisme pada perparat gelas objek di bawah mikroskop.
Cara Kerja
            Luruskan ujung jarum. Cara memegang jarum preparat seperti memegang pena. Jarum preparat yang akan digunakan panaskan terlebih dahulu di atas api bunsen sampai berwarna merah agar menjadi steril, setelah dingin baru digunakan. Gunakan ujung jarum untuk memotong atau memindahkan mikrobia secara perlahan.
Bor Gabus
Fungsi
            Bor gabus berfungsi untuk memindahkan sekaligus memotong mikrobia.
Cara Kerja
            Tekan bor pada media agar dan kenakan pada mikrobia yang akan dipotong dan pindahkan.
Mikroskop
Fungsi
            Mikroskop berfungsi untuk melihat objek atau organisme yang berukuran mikroskopis atau sangat kecil.
Cara Kerja
            Untuk menggunakan mikroskop pertama alirkan aliran listriknya hidupkan tombol on nya kemudian hidupkan lampunya sebagai sumber cahaya. Letakkan preparat beserta objek di atas meja mikroskop. Kemudian atur mikroskop pada perbesaran paling kecil terlebih dahulu. Atur objek dan liat pada lensa objektif. Atur perbesaran yang diinginkan mulai dari yang terkecil terlebih dahulu, gunakan perbesaran sesuai yang diinginkan.
Laminar Flow
Fungsi
            Laminar flow berfungsi untuk mensterilkan media dan juga isolat yang akan ditumbuhkan atau dibiakkan.
Cara Kerja
            Untuk menggunakannya pertama harus dibersihkan dengan alkohol, selain alat praktikan atau yang menggunakan juga harus steril terlebih dahulu. Kemudian alirkan aliran listriknya, hidupkan lampunya, pindahkan bahan yang akan kita sterilkan didalam laminar. Tangan praktikan tidak boleh menyentuh dasar dari laminar. Setelah selesai pemindahan bahan tutup kaca penutupnya hidupkan UVnya. Jangan sampai terkena UV karena dapat menyebabkan kemandulan, untuk menghindarinya tinggalkan ruangan selama proses sterilisasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...