Kamis, 20 Desember 2012

PATOGENISITAS DAN RESISTEN


Patogenesis dan resisten saling berkaitan antara satu sama lain, walaupun saling berlawanan. Perbedaan antara keduanya adalah pada reaksi antara inang dan patogennya. Patogenesis merupakan suatu interaksi antara inang dan patogennya yang kompatibel atau yang sesuai dan kemudian dapat menimbulkan infeksi bagi inang. Sedangkan Resisten terjadi proses patogenesis tetapi hubungan inang dan patogennya tidak kompatibel sehingga tidak terjadi infeksi pada inang atau dapat dikatakan inang tahan terhadap patogen.

Patogenesis

          Patogenesis bakteri pathogen tanaman dapat terjadi melalui beberapa tahap infeksi, antara lain:

  • Invasion (Invasi)
Invasi suatu bakteri pathogen tanaman sangat pasif, masih membutuhkan bantuan media untuk masuk melalui luka atau lubang alami. Salah satunya melalui proses kemotaksis yang membuat stomata daun terbuka dan kemudian bakteri akan masuk pada lubang alami tersebut.

  • Recognition (Pengenalan)
Sel bakteri pada interaksi yang tidak kompatibel melekat pada dinding sel inang dan dengan cepat akan mendorong structural kerusakan membrane plasma dan selanjutnya kan terjadi kematian sel inang, dalam proses ini racun penolik akan membunuh bakteri pada ruang antar sel.
Sedangkan bakteri yang kompatibel seperti Xhanthomonas campestris pv citri yang menyerang tanaman jeruk, bakteri akan memanfaatkan nutrisi dari tanaman inang dan kemudian akan menyebabkan terjadinya degenerasi pada tanaman jeruk.

  • Multiplication (Perbanyakan)
Ketika jaringan tanaman iang yang diinfeksi oleh bakteri kompatibel dengan bakteri yang menyerangnya maka akan terjadi degenerasi membrane sel. Pada ruang antarsel bakteri akan memperbanyak diri dengan memenfaatkan nutrisi dan keadaan inang yang tidak stabil karena kehadiran bakteri tersebut.

  • Production of Virulence Factors (Produksi Faktor Virulensi)
Beberapa bakteri yang tumbuh pada ruang antar sel akan menghasilkan factor virulensi seperti racun, enzym, hormone, dan juga polisakarida ekstraselular. Yang kemudian akan menyebabkan gejala.

  • Symptom development (Perkembangan gejala)
Gejala akibat serangan bakteri akan terus berkembang saat keadaan menguntungkan bakteri, kemudian akan menyebabkan gejala seperti tanaman inang menguning, layu, busuk lunak, nekrosis dan sebagainya.

Fungsi faktor virulensi

  • Toxins (Racun)
Toxin yang dihasilkan bakteri untuk menginfeksi tanaman inang antara lain: Tabtoxin, Phaseolotoxin, Tagetitoxin, Coronactine, Rhizobitoxin, Fervenulin dan Taxoflavin, Tropolone Methylthio Propionic Acid, Albicidin, dan Tolaasin.

  • Enzyme
Enzym yang berasosiasi dengan bakteri antara lain: pektinase, selulase, protease, esterase, dan kutinase.

  • Hormon
Auksin
Sitokinin
Etilen

  • Polisakarida Ekstraseluler

Resisten
            Resisten merupakan proses yang terjadinya patogenesi tetapi tidak berlanjut, dalam hal ini interaksi inang dan patogennya tidak kompatibel, yang kemudian tidak terjadi infeksi pada tanaman inang dan tidak menimbulkan gejala.
Sel bakteri pada interaksi yang tidak kompatibel melekat pada dinding sel inang dan dengan cepat akan mendorong structural kerusakan membrane plasma dan selanjutnya kan terjadi kematian sel inang, dalam proses ini racun penolik akan membunuh bakteri pada ruang antar sel.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...