Selasa, 25 Desember 2012

PENULARAN VIRUS TANAMAN


Virus merupakan parasit obligat yang harus dapat menemukan inangnya untuk bertahan hidup. Kematian tanaman inang berarti juga kematian virus. (Hasriadi : 2006).
            Menurut Hasriadi (2006), berdasarkan sifat retensi virus (lama virus bertahan dalam vektor),  hubungan antara virus dan vektor dapat dibagi menjadi tiga, yaitu nirersisten, semipersisten, dan persisten.
            Dimana virus yang ditularkan oleh vektor secara nirpersisten menurutnya lebih banyak bila dibandingkan dengan virus yang ditularkan secara semipersisten dan nonpersisten dan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Priode makan akuisisi untuk mendapatkan virus berlangsung dalam priode yang singkat, beberapa menit atau detik.
2)      Priode makan untuk menularkan virus (priode makan inokulasi) dapat dilakukan segera setelah priode makan akuisisi.
3)      Vektor akan kehilangan kemampuan menularkan virus dalam waktu yang singkat (4 jam).
4)      Virus dalam vektor hanya terdapat di alat mulut dan tidak dapat memperbanyakdiri dalam vektor.
            Masih menurut Hasriadi (2006), berdasarkan ketidak mampuan virus tumbuhan melakukan sirkulasi dalam vektor virus semipersisten sama dengan virus nirpersisten, sebaliknya berdasarkan kemampuan penularannya semipersisten relatif lebih lama yaitu 3-4 hari.
            Sedangkan virus persisten virus dapat hidup dan berkembang di dalam tubuh vektor hingga menghasilkan keturunan dan keturunan yang baru tersebut mengandung virus yang sama dengan in duknya. Kemampuan penularannya lebih lama lagi dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Serta mempunyai priode laten.
            Masih dalam pembahasan yang sama Haryono Semangun (2001), membagi menjadi tiga kategori mengenai lamanya vektor tetap infektif, yaitu 1) Tak berkanjang (non-persisten): vektor hanya infektif selama beberapa jam (biasanya kurang dari 4 jam), 2) Setengah berkanjang (semi-persisten) : vektor infektif selama 10-100 jam; dan 3) Berkanjang (persisten) : vektor tetap infektif selama lebih dari 100 jam, kadang-kadang selama hidupnya, bahkan ada yang dapat tetap infektif selama beberapa generasi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...