Minggu, 22 Juli 2012

MEMBANGUN KEMBALI PERADABAN ISLAM



Selamat malam pengunjung setia blog saya “Maz Echo Site’s”. Malam ini, malam kedua Bulan Ramadhan 1433 H. Ane mau berbagi sedikit dengan saudara-saudara ikhwanul muslimin. Ya, semuga artikel ini dapat bermanfaat buat kawan-kawan sekalian..
Ok, siapkan secangkir  kopi hangat, dan sedikit cemilan.. hehehe… selamat membaca…!!!!!!!!
Dewasa ini umat islam sedunia termasuk Indonesia sedang dilanda penuh keprihatinan. Kita tengok saja di belahan dunia lain beberapa waktu lalu, Mesir bergejolak dengan aksi sejuta umat untuk menumbangkan kediktatotaran rezim Hosen Mubarak atau Ben Ali di Tunisia. Rakyat negeri-negeri tersebut sama-sama menginginkan suatu revolusi di pemerintahan mereka. Namun, harus digaris bawahi, revolusi yang dibawa haruslah revolusi yang menyeluruh bukan sekedar mengganti kepala negara saja. Dan revolusi yang benar-benar mampu membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi negeri tersebut. Bukan revolusi yang didasarkan oleh berbagai kepentingan Individu belaka. Di Indonesia, reformasi yang semula diangankan masyarakat dapat membawa kemaslahatan nampaknya jauh dari harapan. Umat Muslim pun saat ini sangat jauh dari kehidupan islam akibat merebaknya budaya-budaya barat dan bercokolnya sekulerisme di tengah-tengah umat. Krisis dimensi pun akhirnya terus meningkat dari waktu-waktu.
 Sejak runtuhnya payung dunia islam pada tanggal 3 Maret 1924 umat islam di berbagai dunia didera krisis yang tak ada habisnya. Wilayah islam yang semula terbentang sepanjang jazirah arab, Syam, Irak, Turki, Semenanjung Balkan, sebagian Asia Tengah Afrika bagian utara, bahkan sebagian Eropa Barat, Asia Tenggara dan Selatan, kini terbelah-belah menjadi lebih dari lima puluh kepingan wilayah yang dikuasai penjajah. Umat Islam yang jumlahnya melebihi 1,2 Milyar tak ubahnya seperti lautan buih yang tak memiliki kekuatan apa-apa. Berbagai intimidasi dan pelecehan terus saja dilontarkan kepada umat islam. Banyak saudara-saudara kita di Palestina yang sangat menderita atas serangan kaum Yahudi Israel. Irak, Iran, Afganistan pun tak lepas dari penjajahan AS. Pelecehan terhadap Al-Quran dan Rasulullah pun marak dilakukan para kafir barat yang semakin melukai hati umat muslim.
Di Indonesia pun juga tak terlepas dari krisis yang menyengsarakan umat. Di bidang ekonomi misalnya, pemerintah mengklaim berhasil mengurangi angka kemisikinan yang sebelumnya mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal data penerima raskin mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan jamkesmas mencapai 76, 4 juta jiwa. Pemerintah juga mengklaim bahwa perekonomian terus tumbuh di atas 6% pertahun tertinggi setelah orde baru. Padahal data tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan bahkan kita pun dikejutkan dengan makin maraknya kasus gizi buruk, depresi dan bunuh diri akibat lilitan masalah kemiskinan.
 Contoh lain di bidang hukum adalah kasus Korupsi di negeri ini yang makin sistematik. Artinya korupsi bukan lagi dilakukan oleh satu dua orang tetapi oleh banyak orang secara bersama-sama. Terungkapnya kasus Gayus menunjukkan hal itu.
 Saat inipun makin banyak kbijakan ekonomi liberal yang dikeluarkan pemerintah. Diantaranya adalah kenaikan tarif dasar listrik (TDL) privatisasi sejumlah BUMN dan rencana pembatasan subsidi BBM. Kebijakan ekonomi yang makin liberal ini tentu memberatkan kehiupan ekonomi rakyat pengangguran pun makin meningkat. Namun anehnya, ditengah derita dan kemiskinan rakyat pemerintah justru berniat untuk naik gajih. Padahal gajih yang diterima oleh para pejabat tersebut sudah sangat besar bila dibandingkan pendapatan masyarakat. Padahal kerja mereka selama ini tidak memberikan pengaruh apa yang baik untuk rakyat, justru semakin melilit rakyat. Realitas demikian sungguh bertolak belakang dengan kondisi Daulah Khilafah Islamiyah yang tegak selama lebih 1000 tahun.
 Ada dua factor yang menyebabkan persoalan tersebut bermunculan. Pertama karena diterapkannya sistem yang rusak yaitu kapitalisme sekuler dan karena pemimpin yang tidak amanah. Karena itu bila kita ingin bebas dari kondisi yang memprihatinkan ini, kita harus keluar dari dari sistem yang rusak ini dan beralih kepada sistem yang baik dan pemimpin yang amanah.
 Islam sebagai sebuah ideology di dunia memiliki tata aturan dan sistem yang khas untuk umat manusia. Coba kita renungkan firman Allah dalam TQS Al Maidah : 50
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”
 Ayat di atas jelas menyatakan bahwa hukum yang layak untuk diterapkan hanyalah hukum yang berasal dari Allah SWT. Bukan hukum buatan manusia yang bersifat lemah, terbatas dan sering disesuaikan dengan hawa nafsu serta kepentingan pribadi.
 Jelas tanpa Daulah Khilafah Islamiyah kaum muslimin terpecah-belah menjadi beberapa negara yang akhirnya tidak memiliki kekuatan penuh. Kekayaannya dikuras, kezaliman negara-negara penjajah pun tak dapat dihalau. Bisakah kita berharap pada sistem saat ini yang jelas kerusakannya dan tidak membawa perubahan apa-apa untuk dunia? Jelas jawabannya tidak, sudah banyak bukti mengenai rusaknya sistem kapitalis saat ini. lalu, jika kita ingin lepas dari keterpurukan kondisi saat ini, sudah saatnya kita kembalikan kehidupan islam ke dalam tatanan dunia baru saat ini.
 Karena itu hendaknya seluruh umat islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan penerapan Syariah dan Khilafah di negeri ini.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...