Selasa, 26 Juni 2012

Senandung Kehidupan : Langkah Setapak di ujung Penantian



Menjaga nama baik ternyata jauh lebih sulit daripada mengawali debut positif. Beberapa kali kita dikejutkan berita-berita aktuil orang-orang ternama – public figure yang pantas diteladani – tiba-tiba saja melakukan hal-hal tidak terpuji. Masyarakat mengelus dada, menangis, “gela” karena tokoh idolanya tidak bisa “mengejawantahkan” dirinya lagi sebagai panutan. Pepatah mengatakan : gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama baik. Kalau nama sudah tercemar, apalagi yang bisa ditinggalkan?

Kita sadari atau tidak, pada bentuknya yang paling elementerpun sesungguhnya. Goda kasar selalu datang silih berganti senafas dengan usia manusia. Kita telah melihat bagaimanaseorang wakil rakyat terekam sedang melanggar tata susila, seorang artis yang lagi melonjak debutnya kedapatan meninggal karena over dosis obat psikotropika, belum lagi tentang cerita tokoh masyarakat yang dipercaya mengelola keuangan, ternyata memanfaatkan uang yang bukan miliknya untuk kepentingan pribadinya, dan masih banyak lagi. Berita-berita semacam it uterus hadir dalam Koran maupun TV, selalu menjadi berita heboh untuk digosipkan dari pagi hingga malam hari ketika kita akan tidur.

Merasa paling beruntung, ternyata bisa jadi boomerang tatkala diucapkan dengan kepala tegak, tanpa sadar bahwa sebenarnya ada mawar kuning yang akan dihadiahkan pada kita diujung penantian saat kita tak bisa lagi menepuk dada. Seikat mawar kuning ituakan dirangkai diatas casket yang di plintur hitam dan siap diangkat enam orang kerumah masa depan kita…… tanah pemakaman, tak terkecuali setenar apapun nama yang akan kita tinggalkan dan seberuntung apa hidup kita pada penggalan masa yang kini lagi kita tapaki.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...