Rabu, 27 Juni 2012

Senandung Kehidupan : Bola Golf dan kehidupan



Ketika kita merasa bahwa waktu begitu singkatnya dan dua puluh empat jam sehari tidak cukup menyelesaikan masalah kita, maka ada baiknya kita ingat ceritera tentang bola golf dan kehidupan.
Seorang professor pada suatu hari masuk kelas dengan membawa sebuah stoples amat besar. Tanpa berkata apapun kepada para mahasiswanya, dia mengisi stoples tersebut dengan bola golf sampai penuh. Kemudian beliau menanyakan kepada siswa-siswanya, apakah mereka setuju bahwa stoples itu penuh. Mereka setuju. Profesor  itu kemudian menuangkan kerikil kedalan stoples dan segera kerikil itu mengisi rongga-rongga yang ada diantara bola-bola golf. Kemudian dia menanyai siswanya kembali apakah stoples itu kini penuh. Untuk kedua kalinya siswa-siswanya menyutujui. Professor itu melanjutkan, dia menuangkan pasir lembut ke stoples yang ternyata masih bissa menampung juga, karena pasir lembut mengisi bagianyang masih tersisa antara kerikil satu dengan yang lain. Untuk ketiga kalinya dia menanyai para muridnya, apakah stoples kini benar-benar penuh? Siswa-siswanya kini tertawa menyetujui. Professor itu kemudian mengambil dua kaleng BIr dan menuangkan ke stoples dan ternyata bir tetap bisa tertampung karena cairan meresap mengisi rongga-rongga kecil pada pasir yang lembut.
                           
    “Nah,” kata professor ahli filsafat itu,
“Sekarang saya minta kalian semua ingat bahwa stoples tadi merupakan gambaran kehidupan kita semua. 

Bola golf adalah hal-hal yang terpenting dalam kehidupan kita seperti : keluarga kita, anak, isteri/suami, teman-teman, kesehatan dan citacita luhur kita, yang akan tetap ada dalam kehidupan kita bagaimanapun kondisi kita, dan ketika kita tidak punya apa-apa tetapi tetap memiliki yang itu, kita masih tetap merasa kaya. 

Kerikil adalah gambaran hal-hal kedua yang perlu kita pikirkan juga yaitu sebuah pekerjaan, sebuah rumah masa depan dan sebuah kendaraan.

Pasir adalah ibarat hal-hal kecil yang remeh. Kalau kita mengisi stoples besar dengan pasir lebih dahulu, maka tidak mungkin kerikil dan bola golf  bisa ikut masuk.  Kalau kita habiskan kehidupan kita dengan hanya berkutat pada hal-hal yang remeh, maka hal-hal yang baku tidak akan mungkin bisa kita selesaikan. Oleh sebab itulah dalam kehidupan kita, kita harus selalu member prioritas pada hal-hal hakiki terlebih dahulu.” Profesor itu lalu member contoh hal-hal kecil, remeh yang bisa-bisa setiap harinya justru akan memenuhi dan mengotori kehidupan kita sehingga mengganggu hal-hal lain yang seharusnya lebih kita perhatikan.

Seorang mahasiswa yang kritis, mengacungkan jarinya :
                               “Prof, lalu bir itu menggambarkan apa?”
                               “Oh iya kelupaan” kata professor itu sambil tersenyum.

Bir adalah gambaran kesenangan. Dalam hidup kita, kesenangan bisa hadir kapan saja tidak peduli apapun yang mengisi kehidupan kita…….. tapi kita harus hati-hati karena kesenangan yang berlebihan akan memabukkan!” Katanya dengan raut senyum lebar.

Para pembaca “ingat

Kita memang seringkali tidak sengaja mengisi stoples kehidupan dengan hal-hal kecil remeh yang dapat menyesakkan dada sementara yang seharusnya kita dahulukan dan menjadi prioritas utama malah terlupakan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...