Kamis, 30 Mei 2013

Mengenal Nematoda



MORFOLOGI NEMATODA
 Nematoda termasuk dalam kerajaan hewan, dan speciesnya bersifat parasit pada tumbuhan, berukuran sangat kecil yaitu antara 300 - 1000 mikron, panjangnya sampai 4 mm dan lebar 15 - 35 mikron. Karena ukurannya yang sangat kecil ini menyebabkan hewan ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang akan tetapi hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

BAGAIMANA CARA NEMATODA MENYERANG AKAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP TANAMAN
Telur dan telur akan berkembang menjadi larva dan nematoda dewasa. Berkumpulnya populasi nematoda disekitar perakaran ini mendorong nematoda menyerang akar dengan jalan menusuk dinding sel. Nematoda dewasa terus-menerus bergerak tiap detik, tiap jam, tiap hari dan menetap di sekitar akar, dalam gerakan - gerakan tersebut nematoda menggigit dan menginjeksikan air ludah pada bagian akar tumbuhan., menyebabkan sel tumbuhan menjadi rusak. Gejala kerusakan pada akar akibat gigitan nematoda ditandai dengan adanya puru akar ( gall ). Luka akar, ujung akar rusak dan akar akan membusuk apabila infeksi nematoda tersebut disertai oleh bakteri dan jamur patogen. Gejala kerusakan pada akar biasanya selalu diikuti oleh pertumbuhan tanaman yang lambat dikarenakan terhambatnya penyerapan unsur hara oleh akar yang akhirnya terjadi defisiensi hara seperti daun menguning, layu pada cuaca kering dan panas, sehingga produktifitas dan kuantitas hasil panen menurun bahkan untuk tanaman-tanaman tertentu mengakibatkan tanaman tidak dapat panen sama sekali ( Fuso ), menurun dan kualitasnya jelek.
BAGAIMANA HUBUNGAN NEMATODA DENGAN PATOGEN LAIN
     Pada gambar 2 dan gambar 3 yang dibidik dengan mikroskop trinokuler dengan pembesaran 400 X, terlihat betapa nematoda mampu mempenetrasi ke dalam akar dan terus menetap. Dengan menetapnya nematoda dalam akar secara tidak langsung dapat menimbulkan luka mekanik pada akar di samping itu dapat menjadi tempat berkumpulnya banyak spora jamur patogen dan bakteri yang siap masuk ke dalam jaringan (lihat gambar 3 dalam lingkaran ). Walaupun nematoda itu sendiri dapat menjadi penyebab penyakit, nematoda juga terus menerus dikelilingi oleh jamur dan bakteri, yang banyak menjadi penyebab penyakit, nematoda juga terus menerus dikelilingi oleh jamur dan bakteri, yang banyak menjadi penyebab penyakit tum-buhan.

BAGAIMANA NEMATODA MENYERANG DAUN DAN BIJI PADI
     Tidak hanya pada bagian akar saja nematoda menyerang tanaman, pada bagian yang jauh diatas akarpun mampu dijang-kaunya. Kemampuan nematoda menyerang bagian yang terdapat diatas permukaan tanah dibantu oleh percikan air hujan maupun dengan kekuatannya sendiri, nematoda naik kebagian batang atau permukaan daun yang basah denga kekuatannya sendiri. Spesies tertentu seperti Dytilenchus agustus yang menyerang tanaman padi menyebabkan bagian daun berpilin dan nematoda akan melanjutkan serangannya ke malai kemudian biji padi.
PENGENDALIAN NEMATODA
     Untuk mengendalikan nematoda parasit pada tanaman, berbagai upaya pengendalian dapat dilakukan. Saat ini diketahui tanaman tertentu dapat menjadi racun bagi nematoda, misalnya Tagetes spp atau kenikir ( jawa ). Tanaman ini ditanam sebagai tanaman sela atau ditanam dalam rotasi dengan tanaman sayuran atau tanaman pangan yang lain. Tagetes spp mampu mencegah menetesnya telur sehingga mengurngi perkembang biakan nematoda bengkak akar ( meloydogine sp ), karena tanaman ini mengeluarkan substansi yang beracun yang akan meracuni nematoda. Pengendalain yang lain adalah penggunaan ne-matisida seperti Furadan 3 G, Rhocap dll yang dilakukan sebelum tanam maupun saat tanam. Pengendalian secara kimia ini memang dalam beberapa hal menguntung-kan misalnya: Berpengaruh langsung pada sasaran dan mudah dikerjakan tetapi mahal dan mencemari lingkungan tanah. Untuk mengoptimalkan pengendalian nematoda maka maka perlu memadu-kan penggunaan nematisida dengan varietas tahan, rotasi tanam, tanaman beracun, predator dan juga jamur parasit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...