Sabtu, 11 Mei 2013

Karantina Tanaman



Pengaruh iklim global terhadap ketahanan pangan juga berimplikasi terhadap munculnya ras, strain, biotype, genom baru, dari hama dan penyakit yang mempengaruhi tanaman, ternak, dan manusia serta berdampak menimbulkan resiko baru terhadap ketahanan pangan. Kecepatan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi menjadi perhatian utama para ahli terutama yang terkait dengan eksistensi patogen, serangga hama, dan gulma yang dapat menurunkan hasil tanaman.
          
  Pemanasan iklim global juga mempengaruhi perdagangan, yang secara perlahan jenis inisiatif yang selama ini beradaptasi terhadap cuaca dingin, akan mengalami perubahan prilaku hidup terhadap cuaca panas. Kondisi tersebut akan menjadi penghambat utama dalam perdagangan bagi setiap negara. Sebagi dampak fenomena tersebut cenderung semakin menguatnya ketentuan – ketentuan Sanitary and Phytosanitary ( SPS ) yang digunakan sebagai instrumen perdagangan oleh semua negara di dunia, terutama negara – negara maju.
            Pemantauan daerah sebar OPTK merupakan kegiatan pokok karantina tumbuhan yang dilaksanakan secara kesinambungan. Tujuan dari pemantauan ini adalah mengumpulkan data tentang keberadaan OPT maupun OPTK pada tanaman pertanian, perkebunan dan holtikultura yang diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan karantina tumbuhan dan pengambilan kebijakan lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan karantina tumbuhan.
            Dari hasil pemantauan daerah sebar OPTK tahun anggaran 2008 di Provinsi Sumatera Selatan ditemukan 6 jenis OPTK yaitu penyakit darah pisang yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum dan CVPD yang disebabkan oleh Liberobacter asiaticum, penyakit hangus daun tebu yang disebabkan oleh Stagonosora sacchari, wereng mangga Idiocerus clypealis,                            Idiocerus niveosparsus dan Turnip Mosaic Virus (TuMV). Dari 6 jenis OPTK tersebut terdapat 1 jenis OPTK yang belum pernah di temukan dalam pemantauan sebelumnya yaitu Turnip Mosaic Virus ( TuMV ) pada tanaman caisin yang ditemukan di kota Madya Palembang dipertanaman sayuran rakyat. Sasaran pemantauan ini mengacu pada SK Menteri Pertanian NO. 38/KPTS/HK.060/I/2006 tentang jenis – jenis  OPTK Golongan I dan II Kategori A1 dan A2.
            Pest Risk Analysis (PRA) merupakan penilaian dan pengelolaan resiko OPT yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk menerbitkan Surat Kesehatan Tanaman ( Phytosanitary Certificate ) .
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...