Kamis, 28 Juni 2012

Senandung Kehidupan : Jauhi yang manis, Dekati yang lebih manis


Kalau anda diharuskan dokter  menjauhi segala sesuatu yang manis, maka ingatlah bahwa ternyata masih banyak yang manis-manis yang bebas anda konsumsi :
  • Teruslah berdekatan dan banyak berkomunikasi dengan teman-teman yang manis. 
  • Hidupkanlah kenangan yang manis-manis dan jangan pernah dibuang percuma 
  • Nikmati pelukan manis dari keluarga yang anda cintai 
  • Berikan senyum manis, dan engkau juga akan memperoleh senyum yang lebih manis.
Tips yang sungguh menarik, karena diterangkan seterusnya bahwa makanan dan minuman yang manis-manis hanyalah pelengkap “taste” (rasa/selera). Namun, bagi orang yang sungguh berselera tinggi, rasa manis yang sejati tidak terletak pada rasa enak di lidah, melainkan rasa nyaman dihati sanubari.

Rasa manis yang pantas dan harus kita punyai dan nikmati ternyata bisa gratis kita miliki asal kita mau menjaga rasa bahagia dalam hati.  Dan bahagia bisa kita dapatkan ketika langkah hidup kita tidak pernah jauh dari koridor rasa “panarima”.

“Hanya watak narimalah yang dapat menuntun terangnya hatimu, karena watak narima itu mengandung rasa tenang dan ketentraman hati, maka engkau tidak akan merasa terombang-ambing timbul tenggelam oleh perikehidupan yang engkau alami., adapun yang engkau perlukan adalah mematuhi dan menjalankan sabda tuhanmu”

Tidak ada barang yang abadi di dunia. Termaksud juga tubuh kita yang semakin hari semakin tua, dan tua. Mungkin raga kita akan semakin uzur, mungkin perangkat tubuh kita juga mulai melemah dari hari kehari. Tapi tidak ada larangan bagi kita untuk tetap menikmati rasa manis: “rasa sejati” yang hanya hidup pada diri manusia yang beriman pada Allah.

Sungguh, dokter mungkin menganjurkan kita menjauhi yang manis-manis, tetapi Tuhan tidak pernah melarang kita mendekati yang lebih manis.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...