Selasa, 14 Mei 2013

Jamur (Fungi) dan Klasifikasinya



Merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, batang, daun sehingga disebut dengan tumbuhan tallus. Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluller) dan bersel banyak (multiseluller). Sel berbentuk benang (hifa). Hifa akan bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman yang disebut miselium. Sel bersifat eukaryotik, tidak mempunyai klorofil, sebagai parasit atau saprofit. Menyukai hidup pada tempat yang lembab dan tidak menyukai akan adanya cahaya.
Alat reproduksi berupa :
  • gametangium : penghasil gamet jantan dan betina
  • sporangium  : penghasil spora seksual dan spora aseksual

Cara reproduksi :
  • generatif : dengan peleburan dua buah gamet
  • vegetatif :    - spora vegetatif
                                - fragmentasi (pemisahan)
                                - membelah diri
                                - tunas (budding)
Fungi dapat dibedakan menjadi 5 devisio yaitu :
  • Oomycotina
  • Zygomycotina
  • Ascomycotina
  • Basidiomycotina
  • Deuteromycotina  

1.      Devisio Oomycotina
Hifa tidak bersekat, reproduksi aseksual dengan zoospora yang mempunyai 2 flagel, reproduksi seksual dengan bersatunya gamet jantan dan gamet betina membentuk oospora.
contoh :
  • Saprolegnia, merupakan jamur air yang tumbuh pada bangkai serangga juga pada luka ikan 
  • Phytophthora infestans, parasit pada tanaman kentang
  • Phytophthora faberi, parasit pada tanaman karet
  • Phytophthora nicotinae, parasit pada tanaman tembakau
  • Phytophthora palmivora, parasit pada tanaman kelapa
  • Pythium, penyakit busuk pada kecambah tembakau, kina, bayam dan penyebab busuk pada tanaman kemiri, jahe, tembakau, nanas, bayam.

2.      Devisio Zygomycotina
            Tubuh terdiri atas hifa yang bercabang, ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat dengan dinding sel mengandung kitin.
contoh :
  • Rhizopus stolonifer, terdaapat pada tempe
  • Rhizopus oryzae, terdapat pada tempe
  • Rhizopus nigricans, terdapat pada teempe  
  • Chlamidomucor oryzae,
  • Mucor mucedo, terdapat pada kotoran hewan dan roti.
  • Mucor javanicus, terdapat pada ragi dan tape.
  • Pilobolus crystallinus, hidup pada kotoran hewan.
  • Sclerospora maydis, parasit pada butir jagung.
  • dll.
Zygomycotina terjadi pembiakan seksual dan aseksual. Pembiakan seksual terjadi karena adanya 2 macam hifa yaitu hifa positif dan hifa negatif.
Untuk lebih jelasnya kita perhatikan pembiakan seksual pada Rhizopus.
Tahap-tahapnya  :
  • hifa dari talus positif dan talus negatif saling berdekatan.
  • tumbuh cabang benang hifa dari hifa positif dan hifa negatif yang berdekatan, diujung benang hifa tadi tumbuh bakal gametangium.
  • bakal gametangium berubah menjadi gametangium yang berisi banyak inti haploid (n).
  • dinding gametangium pecah dan inti positif bergabung dengan inti negatif membentuk inti diploid (2n), persatuan dua gametangium positif dan negatif membentuk zigospora yang berisi banyak inti diploid.
  • zigospora tumbuh dindingnya menebal dan berwarna hitam, di dalamnya juga berisi makanan cadangan antara lain lemak. inti diploid hanya satu yang hidup yang lain mengalami degenerasi.
  • Inti ini membelah secara meiosis dan hanya satu yang dapat hidup terus. Zigospora akan beristirahat dalam waktu yang lama.
  • setelah lama  istirahat spora dapat tumbuh jika ada substrat yang cocok, membentuk sporangium dengan sporangiofor. Inti haploid membelah secara meiosis menjadi inti spora yang terbentuk pada sporangium.
  • jika sporangium matang dindingnya akan robek dan sporanya akan tersebar, menghasilkan spora negatif dan spora positif.
  • spora tumbuh menjadi miselium yang baru.

3.      Devisio Ascomycotina
Merupakan kelompok jamur yang terbesar, jamur ini hidup secara parasit dan menimbulkan penyakit pada tanaman jeruk, tembakau, jahe, pepaya, coklat, teh, tebu, padi. Tetapi jamur ini ada yang bermanfaat yaitu saccharomyces, aspergillus, penicillium, neurospora. Beberapa ascomycotina ada  yang hidup bersimbiosis dengan algae hijau dan algae biru membentuk lumut kerak.
contoh :
  • Saccharomyces cerevisiae, mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dalam proses fermentasi sehingga banyak digunakan sebagai pengembang roti dan kue.
  reaksi :
  C6H12O6 à 2C2H5OH + 2CO2 + energi
  (glukosa)           (alkohol)
  • Saccahromyces ellipsoides, utnuk fermentasi cairan buah anggur menjadi minuman anggur.
  • Saccharomyces tuac, untuk mengubah air nira menjadi tuak
  • Apergillus niger, untuk menjernihkan sari buah dan penyebab otomycosis.
·         Aspergillus oryzae, untuk melunakan adonan roti.
  • Aspergillus wentii, untuk pembuatan kecap, tauco, sake, asam nirat dan asam oksalat.
  • Aspergillus flavus, penghasil racun olfatocsin.
  • Penicillium notatum à penghasil zat aantibiotik
  • Penicillium chrysogenum  à penghasil zat antibiotik
  • Penicillium glaucum, hidup pada sisa roti dan nasi
  • Neurospora (Monilia sitophila), untuk pembuatan oncom
  • Trichoderma, penghasil enzim selulosa dalam jumlah yang cukup besar dan berfungsi untuk mencerna selulosa. 

4.      Devisio Basidiomycotina
            Tubuh multiseluller terdiri atas hifa yang bersekat. Hidup terestrial saprofit, parasit atau membentuk mikorhiza. Tubuh buah disebut basidiokarp yaitu tempat terbentuknya basidium dan dan basidium terbentuk spora basidium. Basidiokarp tersusun atas basidiun-basidium yang di dalamnya berisi spora (basidiospora). Basidium ada yang terdiri atas satu sel dan ada yang bersekat-sekat terbagi menjadi 4 bagian sel.
Basidiokarp berbentuk pipih, berombak, seperti payung (supa), bulat bertangkai, lunak, keras seperti kayu.
Reproduksi aseksual dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk spora pada basidium.
contoh :
  • Volvariella volvacea (jamur merang) disebut juga champignon atau juga jamur merang karena hidup saprofit pada merang atau tangkai padi (jerami), jamur ini dapat dimakan.
  • Schleroderma aurantium (jamur so), bagian glebanya dapat dimakan.
  • Pucinna graminis (jamur karat), parasit pada tumbuhan gramineae.
  • Auricularia polytrica (jamur kuping), dapat dimakan.
  • -Clavaria zippelli (supa mayang), hidup saprofit pada tanah di hutan.
  • Ganoderma applanatum (jamur kayu)
  • Agaricus malleus, parasit pada jeruk
  • Exobasidium vexan, parasit pada teh
  • Corticium salmonicolor, parasit pada ranting tumbuhan
  • Ustilago maydis, parasit pada jagung
  • dll

5.      Devisio Deuteromycotina
            Dikenal dengan fungi imperfecti, yaitu cendawan yang tidak sempurna karena belum diketahui tingkat seksualnya. Pembiakan aseksual dengan konidium seperti pada ascomycotina.
contoh :
  • Helminthosporium oryzae, merusak kecambah dan menyerang buah-buahan sehingga menimbulkan noda-noda pada daun inang dan buah yang terserang berwarna hitam.
  • Alternaria, penyebab busuk pada tanaman budidaya, tomat   dan kentang.
  • Fusarium, menyerang tanaman kubis, tomat, padi pisang dll.
  • Epidermophyton floocosum, penyakit kaki atlit pada manusia.
  • Epidermophyton, penyebab penyakit kurap
  • Mikrosporium, penyebab penyakit kurap
  • Trighophyton, penyebab penyakit kurap
  • dll.

 

MIKORHIZA

 

Adalah hidup simbiosis antara jamur dengan akar tanaman (pinus). Biasanya jamur yang dapat bersimbiosis dengan akar tanaman pinus adalah jamur zygomycotina, ascomycotina, basidiomycotina.
Mikorhiza terdiri dari 2 macam, yaitu :
  1. Ektomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman pinus, apabila hifanya tidak menembus ke dalam akar tetapi hanya pada sampai lapisan epidermis.
  2. Dengan adanya ektomikorhiza akar tanaman tidak memerlukan lagi bulu-bulu akar. Melalui jamur ini tanaman dapat memperoleh air atau unsur lainnya. Jamur ini tidak dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman.
  3. Endomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman, apabila hifanya dapat menembus sampai ke dalam (korteks).
Jamur ini biasanya terdapat tanaman anggrek, kol, bit dan beberapa jenis pohon lain. Endomikorhiza dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan tanaman inangnya. Jamur ini membantu pertumbuhan bintil akar tanaman Leguminoceae dan mempercepat fiksasi nitrogen.
LIKEN (LUMUT KERAK)

Adalah hidup simbiosis antara jamur dengan algae. Liken merupakan hasil simbiosis antara jamur ascomycotina atau basidiomycotina dengan algae hijau atau algae biru. Lumut kerak dapat kita temukan pada kulit pohon dan batu-batuan. Talus liken berbentuk tipis yang tersusun atas miselium dan hifa. Setiap liken mempunyai bentuk dan warna serta habitat tertentu yang mempunyai ketergantungan pada jenis-jenis dan algae yang ada.
Jamur pada liken memperoleh makanan dari hasil fotosintesis algae, dan memperoleh air atau mineral dari jamur. Inilah yang menunjukan adanya simbiosis antara jamur dan algae. Lumut kerak melekat pada batu-batuan menggunakan rizoidnya. Bila terjadi perobahan cuaca dan kelembaban, maka liken akan melepaskan fragmen talus dan zat kimia sehingga dapat melapukan permukaan batuan tersebut dengan demikian liken akan tetap hidup.
Karena sifat di atas liken disebut dengan tumbuhan pioner (tumbuhan pertama atau pemula yang dapat mencapai pada lahan yang baru.
contoh :
·         Usnea barbata dan Usnea dasypoga : untuk obat tuberculosis, pengahsil
antibiotik asam usnin.
·         Parmelia acetubulum : berupa lembaran seperti kulit, hidup di pohon dan batu-batuan.          
Peranan jamur dalam kehidupan :
Menguntungkan :
  • Bidang industri makanan dan minuman :
Rhizopus oryzae, jamur pada tempe
Saccharomyces cerevisiae, pada tape, alkhohol dan roti
Saccharomyces ovale, pada tape, alkohol dan roti.
Saccharomyces sake, jamur pada sake
Aspergillus wentii, pada pembuatan kecap
Aspergillus oryzae, untuk tape
Penicellium camemberti, untuk peembuatan keju
Penicellium roqueforti, untuk pembuatan keju
Volvariela volvacea, jamur merang.
  • Bidang kedokteran :

Penicellium notatum, untuk antibiotik

Penicellium chrysogenum, untuk antibiotik
  • Bidang pertanian :
jamur membantu mengembalikan kesuburan tanah ,
sebagai organisme pengurai.
Merugikan :
  • Pada manusia : Aspergillus nidulans, Aspergillus niger. Keduanya menyebabkan penyakit pada telinga (otomikosis). Deuteromycetes, menyebabkan penyakit kulit (dermatomikosis).
  • Pada  hewan : Aspergillus fumigatus, menyebabkan penyakit paru-paru burung (aspergilosis).
  • Jamur penghasil racun :
Aspergillus flavus, penghasil racun oflaktoksin.
Amanita phaloides, penghasil racun falin, yang dapat merusak sel darah merah.
  • Pada tanaman : Phytophthora infestan, penyakit pada kentang.
Phytophthora nicotianae, penyakit pada tembakau.
Phytophthora faberi, penyakit pada karet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Follow mas bro & mbak sist

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...